Berita

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto/RMOL

Politik

Daerah Khusus Jakarta Disiapkan Jokowi demi Langgengkan Dinasti

SELASA, 12 MARET 2024 | 21:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Daerah Khusus Jakarta (DKJ) diduga sengaja disiapkan Presiden Joko Widodo untuk melanggengkan dinasti kekuasaan tanpa menghilangkan asas demokrasi.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengungkap, Keputusan Presiden (Keppres) tentang DKJ hingga kini belum ada. Sebab, berdasarkan Pasal 39 UU Ibukota Negara (IKN), Jakarta tetap sebagai Ibukota sampai Keppres pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur (Kaltim).

"Jokowi kan bergerak semau sendiri sesuai seleranya selama dinastinya tetap terjaga. DKJ disiapkan oleh Jokowi agar dinastinya tetap duduk, tapi dibuat seolah demokrasi ada dan hadir," kata Hari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/3).


Menurut Hari, status Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI) telah berakhir per 15 Februari 2024 lalu setelah UU IKN telah ditetapkan pada 15 Februari 2022.

Dalam UU IKN Pasal 41, kata Hari, disebutkan bahwa paling lama 2 tahun sejak UU ini diundangkan, UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan RI diubah sesuai ketentuan dalam UU tersebut.

“DKJ saat ini belum jelas karena masih menunggu Keppres Jokowi, dan belum memiliki kepastian sambil menunggu sampai Oktober 2024," pungkas Hari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya