Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PSI Jangan Caper, Ketua Koalisi adalah Presiden Terpilih

SELASA, 12 MARET 2024 | 11:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sedang cari muka ke Presiden Joko Widodo, lantaran mengusulkan untuk menjadi ketua koalisi partai politik penyokong Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Dalam pandangan analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, tidak ideal bagi Jokowi menjadi ketua koalisi di pemerintahan.

"Kelihatnya PSI memang cari perhatian ke Jokowi. Mana ada Jokowi mantan presiden jadi ketua koalisi," tegas Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/3).


Ujang berpendapat, yang harus menjadi ketua koalisi adalah presiden terpilih, bukan mantan presiden yang tidak memiliki partai politik jelas.

"Ketua koalisi yaitu presiden terpilih, Prabowo. Masa iya, presiden terpilih mau dikangkangi oleh Jokowi yang dia adalah mantan presiden," katanya.

Ia menambahkan presiden terpilih merupakan sosok yang memiliki kekuatan besar membangun koalisi dan daya ikat untuk partai politik yang mengusungnya sehingga tidak pantas Jokowi menjadi ketua Koalisi Indonesia Maju.

"Ketua koalisi itu presiden terpilih, yang punya power, punya pengikat dengan kekuasaannya itu. Jadi saya melihatnya PSI hanya caper saja," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya