Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh/RMOL

Politik

PAN Diyakini akan Legowo Nasdem Mendapat 2 Kursi di Kabinet Prabowo-Gibran

SENIN, 11 MARET 2024 | 12:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Amanat Nasional (PAN) diyakini bisa memahami kalau Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memberikan jatah 2 menteri kepada Partai Nasdem. Karena hal itu bertujuan untuk menambah kekuatan di parlemen nanti.

Begitu disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil, menanggapi kabar bahwa Nasdem akan mendapatkan jatah 2 kursi di kabinet Prabowo-Gibran, sedangkan PAN dapat 4 kursi.

Menurut Kang Tamil, kabinet merupakan hak prerogatif presiden sebagai alat untuk mengikat pertemanan dalam politik.


"Saya kira PAN juga mengetahui atau memahami bahwa kekuatan-kekuatan politik hari ini butuh diperkuat dalam konteks Prabowo-Gibran. Kalau kemudian masuknya Nasdem itu dikatakan mendapatkan jatah menteri, saya itu bukan suatu hal yang perlu diributkan. Dan PAN ini juga bukan parpol baru, yang saya kira paham betul dengan dinamika-dinamika politik seperti itu," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/3).

Dosen Universitas Dian Nusantara ini juga meyakini, penyusunan kabinet di pemerintahan Prabowo-Gibran nantinya akan dilakukan dengan proporsional. Baik keberadaan orang-orang partai politik (parpol), maupun dari kalangan profesional, agar kerja-kerja pemerintah bisa mencapai target.

"Jadi kalau kemudian masuknya Nasdem itu tentu untuk memperkuat koalisi Prabowo-Gibran, dan saya kira PAN juga paham itu. Kenapa? Karena hari ini suara Nasdem juga cukup tinggi, di posisi kelima. Ya itu tentu membuat kekuatan di parlemen nanti menjadi lebih tinggi," pungkas Kang Tamil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya