Berita

Jurubicara Plt.Ketua Umum PPP Imam Priyono/Ist

Politik

PPP Bantah dapat Tawaran Menteri dari Kubu Prabowo-Gibran

MINGGU, 10 MARET 2024 | 23:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirumorkan tengah mendapat tawaran jatah menteri dari kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk mengisi komposisi kabinet ke depan

Hal itu terlontar dalam tayangan ‘Bocor Alus’ Tempo dan sempat membuat heboh perpolitikan nasional. Pasalnya, partai berlambang kabah itu masih berada pada barisan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang dipimpin PDIP.

Jurubicara Plt.Ketua Umum PPP Imam Priyono membantah tayangan 'Bocor Alus' Tempo tersebut.


"Tidak benar ada tawaran kursi menteri ke PPP, dan soal kehati-hatian partai dalam memutuskan soal hak angket lebih kepada upaya PPP melakukan kajian dan manfaat apa yang akan diterima oleh masyarakat, juga pertumbuhan demokrasi jika hak angket tetap digulirkan," ujar Imam dalam keterangannya. Minggu (10/3).

Dia juga menegaskan hingga saat ini proses menjaga suara juga telah dilakukan berjenjang oleh PPP mulai dari tingkat TPS, Kelurahan, Kecamatan hingga kabupaten kota juga provinsi dan nasional.

"Tentu tidak benar pula jika dinyatakan bahwa PPP tidak bisa menjaga suara, karena berbagai upaya terus kami lakukan terlebih dengan apa yang kita ketahui bersama bahwa Sirekap sendiri hingga saat ini masih mendapatkan kritik dan masukan dari publik,” bebernya.

Menurut dia, PPP hingga saat ini masih mengawal proses rekapitulasi dengan tetap melakukan kajian mendalam.

“Khususnya soal hak angket terutama dampaknya bagi kondisi politik dan ekonomi masyarakat ke depan,” pungkas Imam.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya