Berita

CEO PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi/Ist

Bisnis

Laba Pertamina International Shipping Melonjak 330 Juta Dolar AS

KAMIS, 07 MARET 2024 | 15:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina International Shipping (PIS) mencetak kenaikan laba signifikan pada kinerja keuangan tahun 2023. Tercatat, PIS membukukan laba bersih 330 juta dolar AS atau naik 60,9 persen dibanding laba tahun 2022 sebesar 205 juta dolar AS.

Kenaikan laba subholding integrated marine logistics Pertamina ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan di tahun 2023, di mana PIS mencatat sebesar 3,3 miliar dolar AS, naik 17,6 persen dibanding pendapatan tahun 2022 sebesar 2,83 miliar dolar AS.

Dari sisi EBITDA, perusahaan juga mencatat pertumbuhan sebesar 16,9 persen dari 847 juta dolar AS di 2022 menjadi 990 juta dolar AS di 2023 dengan persentase yang cukup stabil di 29,7 persen.


“Pertumbuhan pendapatan naik hingga 470 juta dolar AS ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi untuk kinerja di tahun 2023,” ujar CEO PIS, Yoki Firnandi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Yoki menilai kenaikan laba dan pendapatan di tahun 2023 buah dari kinerja dan program transformasi perusahaan melalui program “Vesselleration”. Program ini merumuskan beberapa hal fundamental yang diakselerasi bisnis perusahaan dan anak-anak usahanya.

“Kita lakukan transformasi, digitalisasi, reorganisasi agar bisnis bisa terakselerasi. Hasilnya PIS bisa menambah armada, melakukan terobosan bisnis, ekspansi global dan menambah revenue dari third party yang terus bertumbuh," sambungnya.

Yoki juga memaparkan kinerja positif PIS ini tak lepas dari sinergi dan kolaborasi dari Pertamina Group, yakni; PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT PGN Tbk yang selalu memberikan dukungan penuh dan kepercayaan.

“PIS tentunya selalu memberikan kualitas layanan terbaik yang tidak hanya mengutamakan ketepatan waktu pengiriman, tetapi keamanan dan keselamatan dengan tetap menerapkan prinsip optimasi biaya dan efisiensi,” jelas Yoki.

Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan dari third party di tahun 2023 juga tumbuh sangat signifikan, menjadi 648 juta dolar AS. Sehingga, porsinya bertumbuh dari 14 persen di 2022 menjadi 19 persen di 2023 dari total pendapatan perusahaan.

Tidak hanya prestasi dari kinerja keuangan dan angka-angka, pergerakan bisnis PIS yang agile juga terus mengutamakan aspek-aspek keselamatan, lingkungan, sosial masyarakat, dan tentunya selalu mendukung penuh komitmen transisi energi PT Pertamina (Persero).

PIS di 2023 berhasil menambah armada Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas Amaryllis, yang merupakan tanker dual fuel raksasa pertama di Indonesia yang ramah lingkungan. Termasuk dengan pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar dari 146 kapal yang dioperasikan oleh perusahaan, sebagai wujud komitmen mendukung Net Zero Emission 2060 pemerintah Indonesia.

Dari sisi tanggung jawab sosial dan lingkungan, PIS meluncurkan program BerSEAnergi untuk laut di tahun 2023 dengan mencakup kegiatan LiteraSea, pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat pesisir, coastal clean-up, hingga konservasi biota dan ekosistem laut seperti mangrove, terumbu karang dan hiu paus.

Kegiatan LiteraSea untuk menumbuhkan wawasan dan kecintaan terhadap laut telah berlangsung di 22 sekolah selama 2023. PIS juga menjalin kolaborasi kebaikan dengan doctorSHARE dalam operasional Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II di Sorong, Papua Barat, selama 45 hari dan menjangkau sebanyak 3.370 penerima manfaat.

"Di PIS, kami bangga meraih prestasi kinerja dengan selalu memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan. Sebab kewajiban kita bukan hanya mencetak angka, tapi mewariskan warisan kebaikan,” tutup Yoki.

Senada dengan itu VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa kinerja positif PIS adalah bukti nyata keberhasilan subholding Pertamina yang mampu fokus mengembangkan bisnisnya sesuai dengan masing-masing perannya.

“Agresivitas PIS dalam mengembangkan bisnisnya baik di market domestik maupun internasional, dibuktikan dengan capaian kinerja keuangan 2023 yang baik. Artinya, subholding Pertamina telah fokus menjalankan bisnis di masing-masing lini dan perannya,” ujar Fadjar.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya