Berita

Robotaxi tanpa pengemudi Baidu, Apollo Go, di Wuhan, Provinsi Hubei, China/Net

Otomotif

Khawatir Keamanan Nasional Terganggu, AS Mulai Selidiki Kendaraan Asal China

JUMAT, 01 MARET 2024 | 16:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kecurigaan Amerika Serikat terhadap berbagai teknologi asal China seolah tidak pernah berhenti.

Terbaru, Gedung Putih mengatakan pada Kamis (29/2), bahwa pihaknya sedang membuka penyelidikan mengenai apakah impor kendaraan China menimbulkan risiko keamanan nasional dan dapat menerapkan pembatasan karena kekhawatiran tentang teknologi mobil yang terhubung.

"Penyelidikan Departemen Perdagangan AS diperlukan karena mesin mengumpulkan sejumlah besar data sensitif tentang pengemudi dan penumpangnya (dan) secara teratur menggunakan kamera dan sensor untuk mencatat informasi rinci mengenai infrastruktur AS,” kata Gedung Putih, seperti dimuat Reuters.


Gedung Putih melanjutkan, mengingat kendaraan dapat dikemudikan atau dinonaktifkan dari jarak jauh, penyelidikan ini juga akan mengamati kendaraan otonom.

“Kebijakan China dapat membanjiri pasar kita dengan kendaraannya, sehingga menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita,” kata Presiden Joe Biden dalam sebuah pernyataan.

"Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi dalam pengawasan saya," ujarnya.

Pejabat Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan tindakan apa yang mungkin diambil dan mengatakan tidak ada keputusan mengenai potensi larangan atau pembatasan pada kendaraan China yang terhubung.

Para pejabat mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah AS mempunyai kewenangan hukum yang luas dan dapat mengambil tindakan yang berpotensi menimbulkan dampak besar.

Biden mengatakan upaya tersebut sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memastikan bahwa mobil-mobil di jalan-jalan AS dari negara-negara yang menjadi perhatian seperti China tidak mengganggu keamanan nasional Amerika.

Kendaraan ringan buatan China yang diimpor ke Amerika relatif sedikit. Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan pemerintah telah mengambil tindakan sebelum masalah ini meluas dan berpotensi mengancam privasi dan keamanan nasional.

Produsen kendaraan listrik asal China mengandalkan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa sebagai pasar ekspor terbesar mereka.  

BYD misalnya, produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan, telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menjual mobilnya di pasar AS, namun pada Rabu (28/2) mengatakan pihaknya sedang mencari lokasi di Meksiko untuk menempatkan pabrik pembuatan mobil untuk pasar tersebut.

Di hari yang sama BYD juga mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menjual Dolphin Mini EV di Meksiko dengan harga 358.800 peso Meksiko (sekitar 330 juta rupiah), kurang dari setengah harga Tesla termurah.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya