Berita

Pameran Texworld Paris yang berlangsung pada 5-7 Februari 2024 di Porte Des Versailles, Paris, Prancis/Net

Bisnis

Di Pameran Texworld Paris Tekstil Indonesia Catat Potensi Transaksi Hingga Rp312 Miliar

JUMAT, 01 MARET 2024 | 13:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Perdagangan RI dan KBRI di Paris telah sukses berkolaborasi dalam mengikuti pameran produk tekstil, Texworld Paris, yang berlangsung pada 5-7 Februari 2024 di Porte Des Versailles, Paris, Prancis.

Partisipasi Indonesia dalam Texworld Paris Februari 2024 mencatatkan potensi transaksi sekitar 20 juta dolar atau setara dengan Rp312 miliar untuk satu tahun ke depan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Atase Perdagangan Paris, Ruth Joanna Samaria, Indonesia menjadi satu-satunya negara ASEAN yang tampil pada acara ini, sehingga memberikan peluang bagi Indonesia untuk lebih dilirik oleh para pembeli yang hadir di pameran tersebut.


“Kami melihat  partisipasi  Indonesia sebagai  salah  satu  produsen utama garmen  dunia  sangat penting  pada Texworld  Paris,  khususnya ketika  negara  pesaing  utama  dari  ASEAN  tidak  tampil dalam pameran ini. Untuk itu, Indonesia harus mampu mengambil kesempatan ini dan menampilkan produk-produk unggulan kepada para pembeli,” kata Ruth, dalam siaran pers yang dikutip Jumat (1/3).

Ruth menambahkan bahwa partisipasi Indonesia pada Texworld Paris 2024 menjadi bukti dukungan nyata pemerintah dalam mempromosikan produk tekstil Indonesia di tingkat internasional.

Terdapat lima perusahaan Indonesia, yaitu Hakatex, Gistex Indonesia, Duta Permata, Daliatex, dan Dan Liris yang turut serta dalam pameran tersebut.

Adapun Texworld Paris 2024 sendiri tercatat telah diikuti oleh 1.260 peserta dari 28 negara, dan Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 500 pembeli tekstil internasional dari berbagai negara seperti Inggris, Spanyol, Jerman, Belgia, Kanada, India, Yunani, hingga Turki.

Selain menampilkan produk garmen, beberapa peserta Indonesia juga memperkenalkan produk dengan inovasi terbaru yang ramah lingkungan, seperti produk dengan sertifikasi Better Cotton Initiative (BCI), ISO 9002, dan ISO 14001.

Ruth mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk membawa lebih banyak perusahaan tekstil pada Texworld 2025. Untuk itu KBRI di Paris mengajak Kementerian-Kementerian terkait untuk bekerja sama dalam mewujudkan potensi tersebut.

“Dengan  suksesnya  Indonesia  pada  Texworld 2024, KBRI  Paris ingin mengajak Kementerian  lainnya  untuk bersama  membawa  lebih  banyak  lagi perusahaan tekstil Indonesia tampil di Texworld 2025 mendatang," pungkas Ruth.

Adapun pameran Texworld Paris ini sendiri merupakan ajang dagang khusus tekstil dan produk tekstil yang diselenggarakan setiap dua kali setahun, yang akan kembali diselenggarakan pada Juli 2024 mendatang, dengan para pembeli yang hadir kebanyakan berasal dari merek-merek fesyen global ternama di dunia, di antaranya Ralph Lauren,Uniqlo, dan H&M.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya