Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Bisnis

Jokowi Bakal Tambah Kuota Pupuk Subsidi Jadi 9,5 Juta Ton di 2024

KAMIS, 29 FEBRUARI 2024 | 16:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah pupuk subsidi akan ditambah Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga dua kali lipat pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/2), dengan mengatakan bahwa keputusan penambahan kuota pupuk tersebut telah diputuskan dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu.

"Tahun kemarin hanya 4,7 (juta ton) ini akan dikejar ke 9,5 juta ton sehingga kepastian pupuk untuk petani betul-betul ada dan disubsidi," kata Jokowi.


Di sisi lain,  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penambahan kuota pupuk menjadi 9,5 juta ton dari anggaran 2024 ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan petani.

"Insya Allah petani tidak usah lagi risau dan khawatir tentang pupuk, pak Presiden sudah memenuhi kebutuhan petani seperti tahun 2014 - 2018. Juga kuantum pupuk 9,55 juta ton," katanya, pada awal pekan ini.

Selain itu, kata Amran, Jokowi juga telah menyetujui usulan pemberian diskon 40 persen untuk pupuk non subsidi. Meskipun anggaran maupun skema pemberian belum dijelaskan secara rinci oleh menteri pertanian itu.

"Insya Allah ada diskon nanti tanya pak Menteri BUMN," tuturnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya