Berita

Pemimpin Partai Republik di Senat Amerika Serikat Mitch McConnell/Net

Dunia

Mitch McConnell Mundur dari Pimpinan Partai Republik di Senat AS

KAMIS, 29 FEBRUARI 2024 | 09:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah hampir 17 tahun menjabat sebagai Pemimpin Partai Republik di Senat Amerika Serikat, Mitch McConnell akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada Rabu (28/2).

Dalam sebuah pernyataan, McConnell mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk memimpin dan menilai perlu ada regenerasi pimpinan baru dalam senator AS.

"Saya berusia 82 tahun minggu lalu. Akhir dari kontribusi saya sudah lebih dekat dari yang saya inginkan,” ujarnya, seperti dimuat Associated Press.


McConnell mengaku tidak akan mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Republik di Senat pada pemilihan partai bulan November mendatang.

McConnell telah menjadi pemimpin Partai Republik yang tidak tertandingi di Senat sejak tahun 2015 dan berada di garis depan dalam perjuangan partai tersebut melawan kebijakan Barack Obama pada tahun 2009-2017.

Dia berperan penting dalam membawa Donald Trump ke tampuk kekuasaan pada bulan Januari 2017 ketika partai tersebut mengalami perubahan dramatis, sebelum akhirnya berselisih dengan Trump selama pemilu tahun 2020.

Di Senat, McConnell melancarkan perlawanan sengit untuk memberlakukan agenda sayap kanan, terutama dengan penunjukan tiga hakim Mahkamah Agung yang memimpin pengadilan tersebut untuk mengakhiri hak federal atas aborsi pada tahun 2022.

“Tidak ada Anggota Kongres yang memainkan peran lebih besar dalam membentuk kembali peradilan federal selain Mitch,” kata Ketua DPR Mike Johnson, yang juga merupakan anggota Partai Republik.

Selama bertahun-tahun McConnell menikmati julukannya sebagai “Malaikat Maut”, sosok yang menghancurkan harapan para anggota parlemen Partai Demokrat.

Musim panas lalu, kekhawatiran muncul tentang kesehatan McConnell karena dia membeku beberapa kali saat berbicara di depan umum dan terdiam dengan canggung.

Pada bulan Maret dia dirawat di rumah sakit setelah terjatuh saat makan malam dan menderita gegar otak serta patah tulang rusuk, memaksanya meninggalkan pekerjaannya selama enam minggu.

Insiden ini memicu kembali kritik bahwa Kongres didominasi oleh pria kulit putih berusia 70 hingga 80 tahun yang terus menolak untuk pensiun.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya