Berita

Rektor Institut Sains dan Teknologi al-Kamal Jakarta yang juga analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro/Net

Politik

Masuk Transisi Kepemimpinan Nasional, Sinergitas TNI-Polri Mendapat Apresiasi

RABU, 28 FEBRUARI 2024 | 13:20 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

TNI-Polri konsolidasi membangun keberlanjutan sinergitas kedua institusi pertahanan dan keamanan itu. Rapat Pimpinan TNI-Polri bertajuk "Sinergitas TNI-Polri Siap Mewujudkan Pertahanan dan Keamanan yang Tangguh untuk Indonesia Maju”, Rabu (28/2), menegaskan bahwa pondasi hankam dibangun atas landasan soliditas dan sinergitas kedua institusi itu.

Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro, mengapresiasi upaya yang dilakukan TNI-Polri. “Kita ini masuk masa transisi kepemimpinan sampai pelantikan presiden hasil Pemilu 2024 dilaksanakan. Karenanya, jaminan pertahanan dan keamanan sangat penting,” kata pria yang akrab disapa Simon itu.

Lewat pesan tertulis di Jakarta, dia mengingatkan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri merupakan isu yang selalu bergulir dari periode ke periode.


“Soliditas dan sinergitas TNI-Polri ini kulminasi kesadaran kedua institusi atas berbagai kejadian yang mengancam pertahanan dan keamanan nasional, utamanya pasca reformasi 1998. Semua ancaman dapat ditangani dengan baik berkat kerjasama lembaga pertahanan dan keamanan itu,” kata Rektor Institut Sains dan Teknologi al-Kamal Jakarta itu.

Menurut dia, setidaknya ada sejumlah situasi yang perlu direspon dalam kegiatan Rapim kali ini. “Dinamika elite politik saat ini, terutama pasca Pemilu 2024, jangan sampai meluas di tingkat basis, yang berpotensi memicu gesekan di arus bawah. Antisipasi secara menyeluruh dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia perlu dilakukan,” katanya.

Hal lain adalah perlunya langkah antisipasi diplomasi pertahanan dalam merespon lingkungan strategis terkini.

“Kita tahu, Asia Tenggara saat ini dipetakan berdasar keberpihakan terhadap negara-negara Adidaya, apakah itu Pro Barat dalam hal ini Amerika Serikat, atau Pro Blok Timur, dalam hal ini China. Kapasitas memposisikan diri dalam situasi itu sangat penting, sehingga menentukan langkah diplomasi apa yang akan kita ambil?” jelas Simon.

Sementara itu, tantangan terkait perkembangan dunia digital juga tidak kalah penting. Intensitas serangan siber ke Indonesia juga semakin intensif, seiring posisi Indonesia yang semakin menguat dalam peta geopolitik.

“Tantangan itu harus ditanggapi lebih serius dalam kebijakan yang lebih strategis, juga operasional di lapangan, sehingga kita tidak lagi kecolongan. Karenanya, sinergitas juga diperluas dengan lembaga-lembaga lain yang berwenang dan berkompeten dalam urusan siber,” katanya.

Secara khusus, Simon menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menerima tanda kehormatan langsung dengan Keputusan Presiden, berupa kenaikan pangkat istimewa menjadi jenderal TNI.

“Tanda kehormatan ini, selain sebagai bentuk apresiasi negara kepada yang bersangkutan, juga bermakna untuk melanjutkan sikap pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutup Simon.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya