Berita

Atase Polisi Selandia Baru, Paul Laurence Borell berkunjung ke Posko Induk Mimika ODC -2024 dan berdialog dengan para anggota Satgas Damai Cartenz di Papua, Selasa (27/2)/Ist

Presisi

Pantau Pembebasan Pilot Susi Air, Atase Polisi Selandia Baru Datangi Mimika

RABU, 28 FEBRUARI 2024 | 09:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Atase Polisi Selandia Baru, Paul Laurence Borell, mengunjungi Mimika pada Selasa (27/2) untuk memantau perkembangan pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Egianus Kogoya.

Borell bertemu dengan Kaops Damai Cartenz 2024, Kombes Faizal Ramadhani dan para petinggi Satgas Damai Cartenz lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Ramadhani memaparkan situasi terkini terkait upaya pembebasan sandera.

Ramadhani mengatakan, proses negosiasi masih berlangsung dan dipimpin oleh Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge. Namun, proses negosiasi terkendala berbagai faktor, termasuk campur tangan pihak-pihak lain dan masalah adat.


Usai mendengarkan paparan, Paul Laurence mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Damai Cartenz dalam menangani kasus penyanderaan tersebut.

Paul Laurence berharap pilot Susi Air dapat segera dibebaskan dengan selamat.

"Kami turut berbela sungkawa atas gugurnya anggota TNI-Polri dalam operasi pembebasan sandera. Kami harap Damai Cartenz dapat menyelesaikan kasus ini secepatnya," kata Paul Laurence.

Paul Laurence juga meninjau langsung Posko Induk Mimika ODC -2024 dan berdialog dengan para anggota Satgas Damai Cartenz.

Kapolres Nduga, AKBP V.J Parapaga menegaskan bahwa upaya pembebasan pilot Susi Air terus dilakukan, dan berkomitmen menyelesaikan masalah melalui pendekatan kekeluargaan.

"Upaya yang dilakukan Forkopimda yaitu melalui kesejahteraan, kita membawa bahan makanan sekaligus membuka dialog mengenai pembebasan pilot," kata Parapaga.

Parapaga mengakui proses negosiasi sempat terhambat oleh pemberitaan media yang masif. Namun, dia memastikan bahwa upaya pembebasan sandera tetap menjadi prioritas utama.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya