Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Khawatir Soal Ancaman Serangan Siber China di Taiwan

SENIN, 26 FEBRUARI 2024 | 13:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah merasakan sendiri dampak dari serangan siber, Amerika Serikat kini khawatir bahwa serangan China ke Taiwan mempunyai intensi yang lebih besar.

Mengutip Big News Network pada Senin (26/2), jaringan seluler milik American Telephone and Telegraph (ATT) di seluruh AS mengalami pemadaman secara tiba-tiba sehingga pelanggan tidak dapat melakukan panggilan, mengirim SMS, atau bahkan mengakses internet.

"Pada Kamis pagi (22/2) lebih dari 74,000 pelanggan ATT melaporkan pemadaman dan gangguan layanan sekitar pukul 4 pagi (waktu setempat)," ungkap laporan tersebut.


Menjelang pagi, ATT berhasil memulihkan jaringannya dan kembali online.

“Tim jaringan kami segera mengambil tindakan dan sejauh ini. Kami bekerja secepat mungkin untuk memulihkan layanan kepada pelanggan yang tersisa," kata ATT dalam sebuah pernyataan.

ATT tidak memberikan rincian lebih lanjut dan tidak ada bukti bahwa gangguan pekan lalu merupakan akibat dari serangan siber atau aktivitas jahat lainnya.

Kendati demikian, Senator Florida Marco Rubio memperingatkan bahwa gangguan itu bisa menjadi gambaran yang nyata besarnya pengaruh serangan siber.

Dia kemudian merujuk ambisi China untuk menyerang Taiwan. Menurutnya, serangan Siber yang dilancarkan Beijing mungkin akan lebih besar dan berbahaya.

"Saya tidak tahu penyebab pemadaman ATT Tapi saya tahu keadaannya akan 100 kali lebih buruk ketika Tiongkok melancarkan serangan dunia maya ke Amerika pada malam sebelum invasi Taiwan," ujarnya dalam unggahan di X.

Bukan hanya menargetkan jaringan listrik maupun internet, lanjut Rubio, serangan China terhadap Taiwan akan meluas ke sektor pertahanan hingga ketahanan pangan.

"Bukan hanya layanan seluler yang mereka serang, tapi juga akan menjadi kekuatanmu, airmu, dan simpananmu," tegasnya.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji menempuh segala cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, China terus meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan, termasuk serangan hampir setiap hari ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) negara tersebut dan mengirim kapal militer ke dekat perbatasan maritimnya.

Terutama setelah kunjungan mantan Ketua AS Nancy Pelosi ke Taipei pada tahun 2022, China terus meningkatkan kehadiran jet militernya di wilayah tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya