Berita

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Kantor Lurah Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat/Ist

Nusantara

Jual Produk Hewani, Pemprov DKI Gencarkan Pasar Sembako Murah

SENIN, 26 FEBRUARI 2024 | 12:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemprov DKI Jakarta gencar menggelar pasar sembako murah untuk memenuhi kebutuhan pangan warga dan menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok yang berpengaruh terhadap inflasi.

Berbagai jenis produk hewani dijual dengan beragam variasi dan harga yang lebih murah dari pasaran seperti telur, ayam, daging sapi utuh, serta daging sapi slice.
 
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, bersyukur program yang diinisiasi BUMD Perumda Dharma Jaya ini dapat dirasakan warga secara lebih luas dan komoditas yang dijual semakin bervariasi.
 

 
"Alhamdulillah sejauh ini sudah puluhan ribu paket sembako murah telah didistribusikan bagi penerima manfaat," kata Heru Budi di Kantor Lurah Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (26/2).

Perumda Dharma Jaya menyiapkan 14 jenis produk hewani yang bisa dibeli warga di pasar sembako murah, antara lain satu ekor ayam karkas frozen seharga Rp 25.000, satu kilogram daging sapi utuh kisaran Rp 90.000-Rp 105.000, dan daging slice 500 gram seharga Rp 55.000.

Selanjutnya satu kilogram daging sapi giling seharga Rp 55.000, satu kilogram ikan dori fillet seharga Rp 35.000, telur satu tray seharga Rp 22.000, dan sebagainya.

"Hari ini di Kebon Sirih dan Tanjung Duren Selatan, kita sudah menjual 3.500 paket. Kali ini sudah ada produk hewani yang bisa dibeli murah, semoga warga yang membutuhkan menjadi terbantu," tandas Heru.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya