Berita

Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan proyek Bendungan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara/Doc PT PP/Net

Bisnis

Resmikan Bendungan Lolak, Jokowi Dorong Pengelolaan Air lewat Pembangunan Infrastruktur

SABTU, 24 FEBRUARI 2024 | 11:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek Bendungan Lolak yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Jokowi menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian pada Sabtu (24/2).

Bendungan Lolak, yang memiliki kapasitas tampung mencapai 16,23 juta M3 dan genangan seluas 101,75 hektar, dianggap sebagai salah satu proyek strategis nasional dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,026 triliun.


Proyek yang berlangsung dari tahun 2015 hingga 2023 itu disebut membawa manfaat signifikan, termasuk irigasi seluas 2.214 hektar, air baku sebesar 500 liter per detik, dan berkontribusi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas mencapai 2,43 MW.

Selain itu, bendungan ini juga mampu mengurangi risiko banjir hingga 29,42 persen.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya fokus pemerintah dalam pengelolaan air melalui pembangunan infrastruktur.

Pasalnya, sejauh ini Indonesia baru memiliki 292 bendungan, dengan 4.400an sungai. Angka itu masih lebih jauh jika dibandingkan dengan negara lain yaitu RRC dengan 98 ribu bendungan dan Korea Selatan sebanyak 20 ribu bendungan.

"Diharapkan, dengan semakin banyaknya pembangunan infrastruktur seperti Bendungan Lolak, Indonesia akan mampu mengelola sumber dayanya dengan lebih efektif, mendukung pertanian, mengurangi risiko bencana alam, dan memajukan produksi energi bersih bagi seluruh rakyatnya," kata Presiden.

Sementara itu, Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, menyatakan kebanggaannya terhadap penyelesaian proyek Bendungan Lolak. Menurutnya proyek tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun bendungan sesuai dengan standar kualitas dan target yang ditentukan.

"Alhamdulillah, satu lagi proyek bendungan yang telah diselesaikan oleh PTPP. Sebelumnya PTPP sudah menyelesaikan beberapa proyek bendungan yang merupakan Proyek Strategis Nasional yaitu Bendungan Leuwikeris, Bendungan Lausimeme, Bendungan Tamblang, dan Bendungan Tiu Suntuk Paket II," ujar Novel.

Saat ini, PSN Bendungan lainnya yang sedang dibangun oleh PTPP di antaranya yaitu Proyek Bendungan Bagong, Bendungan Way Apu, Bendungan Leuwikeris Lanjutan, dan Bendungan Manikin II yang ditargetkan selesai di tahun 2024, serta Proyek Bendungan Bener yang ditargetkan selesai di 2025.

"Kami optimis dalam menyelesaikan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan target yang telah ditentukan dan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan mutu dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya