Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Vice Media PHK Ratusan Karyawan dan Hentikan Penerbitan Konten

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 19:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan penyiaran dan media digital, Vice Media, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan, termasuk menghentikan penerbitan konten di websitenya.

CEO Vice Media, Bruce Dixon, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa langkah tersebut terpaksa dilakukan karena perusahaan sedang melakukan perubahan di bawah kepemilikan investor baru.

"Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah, dan saya memahami dampak signifikan yang akan ditimbulkan terhadap mereka yang terkena dampak," kata Dixon kepada para karyawannya melalui memo internal, Kamis (22/2).


Menurutnya, saat ini Vice sudah menghitung biaya yang dikeluarkan, dan tidak lagi efektif untuk mendistribusikan konten digitalnya seperti yang dilakukan sebelumnya.

Sebagai gantinya, Vice akan mencari mitra perusahaan media lain yang sudah stabil untuk mendistribusikan konten digital di platform global, karena Vice sepenuhnya telah beralih ke model studio.

"Mitra keuangan kami sangat mendukung dan telah setuju untuk berinvestasi dalam model operasi ini di masa mendatang. Kami akan menjadi lebih kuat dan lebih tangguh saat kami memulai fase baru dalam perjalanan kami," sambungnya.

Di sisi lain, karyawan Vice sangat terpukul atas pengumuman PHK massal tersebut, karena harus mengakhiri pekerjaannya dengan kondisi seperti itu.

"Sangat menyedihkan melihat sekelompok reporter yang telah memberikan dampak yang signifikan di dunia harus mengakhiri pekerjaan mereka dengan cara seperti ini," kata salah satu karyawan senior Vice.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vice telah menjadi salah satu perusahaan rintisan yang mengalami kesulitan besar.

Perusahaan itu bahkan pernah bangkrut, kemudian diakuisisi oleh Fortress Investment Group dan dua kreditur lainnya tahun lalu dengan nilai hanya 350 juta dolar atau setara Rp5,45 triliun.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya