Berita

Calon presiden RI, Prabowo Subianto/Net

Dunia

Prabowo Diyakini Mampu Merawat Hubungan Baik dengan China dan AS

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 12:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Calon presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka diprediksi memiliki kebijakan luar negeri yang tidak jauh berbeda dengan Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkap oleh Gurubesar Ilmu Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Profesor Hikmahanto Juwana, kepada Kantor Berita Politik RMOL, pada Jumat (23/2).

Hikmahanto menilai kepemimpinan Prabowo sifatnya akan meneruskan Jokowi, mulai dari perlindungan terhadap WNI di luar negeri hingga engagement dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat internasional.


"Prinsipnya Prabowo-Gibran kelak setelah dilantik akan meneruskan politik luar negeri dari Presiden Jokowi," ujarnya.

Terkait kecenderungan politik dengan dua negara besar, Hikmahanto menilai Prabowo akan mampu memaksimalkan kerjasama baik dengan China maupun Amerika Serikat.

"Prabowo akan bekerjasama dengan kedua negara tersebut bahkan mengelola potensi konflik antara kedua negara menjadi kerjasama kedua negara uuntuk menguntungkan kawasan," jelasnya.

Hikmahanto mengatakan, meski Prabowo akan terus merawat hubungan baik dengan negara-negara sahabat, tetapi dia mampu bertindak tegas jika ada kebijakan yang merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Selain itu, lanjut Hikmahanto, Prabowo juga diprediksi akan lebih aktif di forum-forum multilateral, ditunjang dengan kefasihannya dalam berbahasa Inggris.

"Prabowo juga akan lebih intens di forum-forum multilateral untuk menyuarakan perspektif Indonesia, termasuk memberi solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh dunia," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya