Berita

CEO Intel Patrick Gelsinger berbicara di acara Intel Foundry Services Direct Connect pada 21 Februari 2024 di Jose, CA/Net

Tekno

Tertinggal dari TSMC dan Samsung, Intel Siap Produksi Chip 1,4 Nanometer

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 12:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mengejar ketertinggalannya dari pembuat chip dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), Intel menyatakan siap untuk segera memproduksi chip mutakhir berukuran 1,4 nanometer di tahun-tahun mendatang.

Rencana tersebut disampaikan CEO Intel Pat Gelsinger di acara Intel Foundry Direct Connect, yang diselenggarakan Rabu (21/2).

“Hari ini kami mengumumkan Intel 14A untuk pertama kalinya,” kata  Gelsinger, seperti dikutip dari Nikkei, Jumat (23/2).


“Anda bisa memikirkan hal ini untuk teknologi 1,4 nanometer," lanjutnya.

Intel juga berjanji, setidaknya pada 2030 mendatang, akan melampaui Samsung Electronics, perusahaan nomor dua di industri ini, melalui penciptaan layanan yang memungkinkan pengemasan tingkat lanjut dan pengujian chip semikonduktor secara terpisah dari perakitan.
 
Intel tertinggal dari TSMC dan Samsung Electronics dalam hal berapa banyak transistor yang dapat dimasukkan ke dalam satu chip.

Ini diukur dalam nanometer – angka yang lebih kecil, secara umum, menunjukkan chip yang lebih canggih.

TSMC dan Samsung kini memproduksi chip 3nm, sementara Intel memproduksi chip 5nm.  Ketiganya berlomba untuk memproduksi chip 2 nm pada tahun 2025.

Samsung menargetkan produksi massal chip berukuran 1,4 nm pada tahun 2027. Sementara beberapa laporan menyebutkan TSMC menargetkan produksi massal pada tahun 2027 hingga 2028.

TSMC memimpin industri pengecoran dengan pangsa pasar hampir 60 persen, menurut firma riset pasar teknologi Counterpoint.  Samsung menempati peringkat kedua dengan pangsa sekitar 13 persen, disusul UMC Taiwan sebesar 6 persen.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya