Berita

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menghadiri kegiatan sembako murah di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat/Ist

Nusantara

Stabilkan Harga Pangan, Heru Jual 3.000 Paket Sembako Murah

RABU, 21 FEBRUARI 2024 | 14:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan sembako murah di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Sebanyak 3.000 paket sembako didistribusikan kepada warga di dua kecamatan tersebut, serta tambahan produk protein hewani yang dijual dengan harga murah oleh Perumda Dharma Jaya.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, warga dapat membeli satu paket sembako murah berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram seharga Rp100.000 dari harga aslinya Rp130.000.

“Tadi di Kecamatan Tanah Abang ada 1.000 paket dan 2.000 paket sembako murah di Kecamatan Palmerah. Ditambah dari Perumda Dharma Jaya menjual daging ayam, telor, dan produk protein hewani lainnya dengan harga murah,” kata Heru, Rabu (21/2).


Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan kegiatan sembako murah hingga bulan Ramadan dan Idulfitri. Hal ini ditujukan untuk menjaga kestabilan harga dan inflasi, serta ketersediaan stok bahan pokok bagi warga di Jakarta.

"Kami akan terus berupaya menjaga inflasi tetap terkendali dan menjamin stok bahan pokok tetap ada. Saya mengharapkan para pengusaha dan seluruh warga yang mampu bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan menghadirkan sembako murah kepada masyarakat,” demikian  Heru.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya