Berita

Tangkapan layar saat ajudan Menhan Prabowo Subianto, Mayor Teddy Indra Wijaya, menegur dokter Gunawan Rusuldi yang berpangkat Kolonel (CKM) saat peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (19/2)/Repro

Politik

Viral Mayor Teddy Tegur Dokter RSPPN Pangkat Kolonel, Kadispenad: Tidak Ada yang Salah

RABU, 21 FEBRUARI 2024 | 14:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Media sosial tengah dihehohkan dengan sikap ajudan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Mayor Teddy Indra Wijaya, yang menegur dokter Gunawan Rusuldi saat peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin kemarin (19/2).

Tindakan Mayor Teddy tersebut kontan menuai kritik dari netizen karena dinilai kasar dan arogan. Terlebih lagi, dokter Gunawan Rusuldi ternyata berpangkat Kolonel (CKM) yang artinya lebih tinggi dari Mayor Teddy.

Selain itu, dokter Gunawan juga pernah berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau Korps Baret Merah, alias satu almamater dengan Mayor Teddy.


Awalnya, dokter Gunawan sedang memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo sambil berjalan di lorong RSPPN. Saat itu, Jokowi berada di tengah dan dokter Gunawan berada di sisi kiri dengan posisi sejajar.

Di belakang Jokowi tampak Menhan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan sejumlah pejabat lainnya berjalan mengiringi.

Diduga karena menghalangi, dokter Gunawan kemudian ditarik oleh Mayor Teddy. Terlihat dokter Gunawan menempelkan badan dan kepalanya ke dinding usai ditarik sang ajudan Menhan.

Menyikapi hal ini, Mabes TNI Angkatan Darat menyebut tindakan Teddy bukanlah bentuk arogansi.

"Itu bukan bentuk arogansi, tidak ada yang salah, Mayor Teddy kan menyampaikan suatu saran/informasi saja demi kelancaran acara," terang Kepala Dinas Penerangan Masyarakat TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Kristomei Sianturi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/2).

Lanjut Kristomei, sebagai ajudan Menhan, Mayor Teddy telah mengetahui hal-hal yang harus dan tidak dilakukan saat pengawalan.

"Sebagai seorang ajudan tentunya Mayor Teddy sudah paham betul dan punya pertimbangan tersendiri dalam memberikan pengamanan, mendukung kelancaran acara, dan kenyamanan pimpinan, sehingga dirasa perlu menginfokan hal-hal yang dirasa perlu disampaikan," tutup Kristomei.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya