Berita

Partai Keadilan Sejahtera meraih suara tertinggi di Inggris/Ist

Politik

PKS dan Amin Menang di Inggris

SELASA, 20 FEBRUARI 2024 | 12:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil meraih suara tertinggi untuk Pemilu Legislatif 2024 di Inggris.

Hasil penghitungan suara menunjukkan partai berlambang padi dan bulan sabit itu mendapatkan 844 suara. PDI Perjuangan menempati urutan kedua dengan 831 suara, disusul PSI dengan 380 suara.

Ketua Pusat Informasi dan Pelayanan PKS di Inggris, Abram Perdana, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga Indonesia di Inggris pada pemilu tahun ini.


“Kami mohon doa dan dukungan agar semakin banyak berkarya melayani masyarakat,” kata Abram seperti dikutip redaksi, Selasa (20/2).

Selanjutnya Pengurus PKS di Inggris, Hendri Lucky, yang ditugaskan menjadi koordinator saksi pemilu mengatakan dari tahun ke tahun suara PKS terus bertambah.

Pada Pemilu 2019, PKS mendapatkan 565 suara, berada di urutan ketiga setelah PSI dan PDI Perjuangan, yang masing-masing mendapatkan 981 dan 1185 suara.

“Kami melihat, dalam konteks di Inggris, penambahan ini antara lain didorong oleh kerja-kerja anggota PKS yang rajin menemui para pemilih. Kami jelaskan apa saja yang telah dikerjakan PKS di masyarakat,” kata Hendri.

Di Inggris, PKS memiliki agenda rutin yang melibatkan anggota dan simpatisan. Agenda rutin ini selain sebagai forum konsolidasi, juga merupakan forum diskusi untuk membahas problem di komunitas dan apa yang bisa dilakukan untuk membantu mencarikan jalan keluar atas masalah-masalah tersebut.

Adapun untuk pilpres, pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 1 Anies-Muhaimin menduduki posisi teratas dengan 1.527 suara. Ganjar Pranowo-Mahfud MD didukung oleh 1.400 suara, sementara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan 748 suara.



Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya