Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pendapatan Turun, Nike Bakal Pangkas 1.600 Karyawan

SABTU, 17 FEBRUARI 2024 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen pakaian olahraga, Nike, berencana memangkas sebanyak 2 persen atau 1.600 pekerjanya di seluruh dunia. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mendapatkan penurunan laba pada tahun lalu.

Perusahaan yang berbasis di Oregon, Amerika Serikat, saat ini memiliki sekitar 83.700 karyawan di seluruh dunia.

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan situasi yang dihadapi perusahaan menempatkan mereka pada keputusan tersebut. Mereka harus mengukur kemampuan guna meraih peluang pertumbuhan terbesar di depan. Perusahaan meyakini, minat orang terhadap olahraga tidak akan pernah surut.


Perusahaan juga telah mengumumkan mereka akan mengeluarkan sekitar 400-450 juta dolar AS untuk biaya pesangon karyawan pada kuartal ketiga.

PHK ini menyusul pengumuman pada bulan Desember bahwa perusahaan tersebut mencari penghematan biaya sebesar 2 miliar dolar AS, termasuk mengurangi tenaga kerja dan menyederhanakan jajaran produknya karena meningkatnya kehati-hatian konsumen yang membebani penjualan.

Hal ini memicu kemerosotan saham Nike, yang kesulitan untuk pulih dan tetap turun sekitar 2 persen tahun ini.

Pemutusan hubungan kerja akan terjadi dalam dua tahap.

Dikutip dari Bloomberg, tahap pertama akan dimulai pada Jumat pekan depan dan berlangsung hingga minggu depan. Sementara tahap kedua akan selesai pada akhir kuartal keempat perusahaan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya