Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Bisnis

Erick Thohir Targetkan BUMN Bisa Setor Dividen Rp85 Triliun di 2024

KAMIS, 15 FEBRUARI 2024 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan bisa memberikan dividen atau keuntungan sebanyak Rp85 triliun di tahun 2024.

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan angka tersebut bagi seluruh korporasi milik negara, yang menurutnya,  bisa terlaksana mengingat capaian kinerja BUMN sudah baik di tahun sebelumnya.

Target tersebut naik Rp 4 triliun dari capaian setoran dividen BUMN pada tahun 2023 yang sebesar Rp 81 triliun.


"Target Rp85 triliun, pertama kami mau genjot, saya lihat track record-nya bagus," kata Erick dalam acara BUMN Next-Gen di Jakarta, baru-baru ini.

Ia juga memaparkan, aset BUMN melonjak drastis dalam waktu 3,5 tahun dari yang semula Rp 6.000 triliun menjadi Rp 10.000 triliun selama masa kepemimpinannya. BUMN sudah memberikan setoran dividen jumbo ke kas negara hingga 12 Desember 2023.

Erick mengingatkan, meski capaian kinerja dari perusahaan milik negara sudah cukup baik, namun harus mewaspadai dinamika global.

Ia menilai ketidakpastian situasi politik global dan perekonomian dunia bisa mempengaruhi keuntungan yang diberikan BUMN kepada ekonomi nasional.

"Saya minta benar-benar waspada karena juga pasti impact yang terjadi di Laut Merah, di situasi lain juga pasti ada impact-nya di Indonesia," ujarnya.

Erick Thohir juga menyebutkan Pemilu 2024 diharapkan dapat memberikan kepastian dan stabilitas bagi dunia usaha. Kepastian yang akan diperoleh setelah Pemilu 2024 dapat membuat iklim investasi semakin membaik. Pelaku usaha dan investor tidak ragu lagi untuk memulai bisnis di Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya