Berita

TPS di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Merdeka, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang terendam banjir/RMOLSumsel

Nusantara

Sejumlah TPS di Palembang Terendam Air Pasang, KPPS Tak Berencana Memindahkan

SENIN, 12 FEBRUARI 2024 | 17:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Air pasang yang dialami Sungai Musi membuat sejumlah pemukiman warga di kota Palembang terendam banjir. Bahkan, sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan untuk pencoblosan pada Rabu lusa (14/2) ikut terendam.

Seperti yang terlihat di beberapa TPS di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Merdeka, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Senin (12/2).

Banjir menggenangi TPS setinggi 40 hingga 50 centimeter. Sejauh ini petugas KPPS masih tetap memasang tenda dan belum ada rencana untuk memindahkan TPS.


Ketua KPPS di Lorong Merdeka, Kiagus Syamsudin mengatakan, banjir sudah mulai merendam sekitar seminggu yang lalu, namun sudah berangsur surut. Ketinggian air sekitar 40 sampai 50 centimeter.

"Hari ini ketinggian air mulai berkurang tidak seperti beberapa hari lalu, kemungkinan besok ketinggiannya akan berkurang lagi. Kalaupun masih banjir TPS tetap di sini, karena tempat dan waktu untuk memindahkan tidak memungkinkan lagi," kata Kiagus Syamsudin, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Senin (12/2).

Diakui Syamsudin, pada pemilu maupun pilkada sebelumnya, TPS di Lorong Merdeka tidak pernah terendam banjir.

"Baru pemilu kali ini TPS di tempat kami kebanjiran air pasang Sungai Musi. Banjir air pasang Sungai Musi ini terjadi 10 sampai 12 tahun sekali, kalau banjir 5 sampai 6 tahun sekali tidak sampai besar seperti ini," ungkapnya.

Syamsudin menambahkan, di TPS 35 jumlah pemilih mencapai 250 orang dari 2 RT. Pada 2019 lalu, TPS 35 tidak terjadi banjir.

"Sebenarnya yang kami takutkan bukan banjir tapi hujan, kalau banjir bagi kami di sini sudah biasa," tandasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya