Berita

Kendaraan listrik menggunakan pengisi daya ultra cepat yang dikembangkan Huawei di stasiun pengisian umum di Shenzhen/Net

Otomotif

Huawei akan Pasang 100.000 Stasiun Pengisian Daya Ultra Cepat di China

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 16:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Huawei Technologies berencana memasang 100.000 stasiun pengisian daya ultra cepat untuk kendaraan listrik di China pada tahun ini, termasuk unit yang dua kali lebih cepat dari milik Tesla.

Sebuah stasiun pengisian daya yang mengiklankan jangkauan pengisian daya 1 kilometer untuk setiap detik pengisian daya dapat ditemukan di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan di kota asal Huawei, Shenzhen, dengan tulisan “600kW” ditampilkan di bawah logo Huawei.

Pengisi daya ultra cepat ini dikembangkan oleh anak perusahaan Huawei, Huawei Digital Power, yang sebelumnya memproduksi suku cadang pengisi daya dan kini mulai melakukan terobosan besar-besaran ke stasiun yang lengkap.


“Kami memerlukan pengisian daya 1 km per detik agar pengemudi dapat merasakan pengalaman yang sama seperti saat mengisi bahan bakar kendaraan bertenaga gas," kata Liu Dawei dari Huawei Digital Power pada sebuah acara di Hangzhou pada pertengahan Desember, seperti dikutip dari Nikkei, Kamis (8/2).

Perusahaan berencana memasang total 100.000 unit, termasuk pengisi daya 250 kilowatt, di lokasi-lokasi seperti fasilitas komersial dan area layanan jalan raya pada akhir tahun 2024.

Dengan asumsi kendaraan listrik dilengkapi baterai 80 kilowatt-jam dan jangkauan 600 km, pengisian penuh secara teori dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 8 menit.  

Waktu pengisian sebenarnya akan bervariasi tergantung pada suhu dan sisa kapasitas baterai.

Output pengisi daya sebesar 600 kW termasuk yang tertinggi di dunia. Supercharger Tesla memiliki output maksimum 250 kW di China.  Dalam kondisi yang sama seperti perkiraan Huawei, pengisian penuh menggunakan peralatan Tesla akan memakan waktu sekitar 19 menit.

Huawei mengatakan pengisi dayanya dapat digunakan dengan semua kendaraan listrik, termasuk Tesla.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya