Berita

Ketua Umum Relawan ProGib Nusantara (PGN), Hafif Assaf/Ist

Politik

Ganjar Singgung Jenderal Mencla-mencle, ProGib Nusantara: Bentuk Kepanikan

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 09:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Relawan ProGib Nusantara (PGN), Hafif Assaf menanggapi pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo yang menyatakan bahwa Agum Gumelar, Wiranto dan Luhut Binsar Pandjaitan mencla-mencle dikarenakan mendukung Prabowo Subianto.

Hafif menyampaikan bahwa ini merupakan sebagai suatu argumen yang tidak berdasar dan contoh bentuk kepanikan dikarenakan banyaknya dukungan dari tokoh-tokoh bangsa kepada pasangan Calon Nomor Urut 2 Prabowo-Gibran.

“Kami cukup kaget mendengar pernyataan Mas Ganjar yang menyatakan tokoh-tokoh bangsa yang mendukung Prabowo-Gibran, terutama untuk bapak-bapak kami yang namanya disebutkan oleh Mas Ganjar dalam pidatonya, kami melihat ini merupakan sebagai bentuk kepanikan” ujar Hafif dalam keterangannya, Kamis (8/2).


Sebagai salah satu tokoh bangsa, lanjut dia, seharusnya Ganjar tidak mendiskreditkan orang lain terutama sesama para tokoh bangsa.  

“Mas Ganjar seharusnya memberikan contoh kepada kami generasi muda untuk mengedepankan etika dan rasa hormat kepada senior-senior beliau, bukan dengan malah menjelekkan,” tutur Hafif.

Sebelumnya, Ganjar menyampaikan hal itu di deklarasi dukungan PP Polri di Karanganyar, Rabu (7/2). Ganjar menyampaikan dalam sambutannya menyoroti pada Pemilu 2019, ada tokoh-tokoh Jenderal TNI yang mengatakan untuk tidak memilih calon tertentu karena latar belakangnya.

Kata Ganjar, pada saat ini Jenderal-jenderal tersebut malah berada di kubu calon tersebut.

Lebih lanjut, Hafif juga menyoroti bahwa pada Pemilu 2009 bahwa Ganjar juga ikut aktif terlibat dalam pemenangan Megawati-Prabowo, sebagai seorang politisi senior menurut Hafif harusnya Ganjar bisa lebih bijak dalam melihat hal ini.

“Seharusnya Mas Ganjar sebagai politisi senior yang telah malang melintang dalam politik, menanggapi hal seperti ini dengan santai saja bukan dengan menyebar kebencian kepada para tokoh tersebut dan membuat kegaduhan di akar rumput,” imbuhnya

“Bagi kami, ini merupakan contoh yang kurang elok dengan memberikan penilaian negatif kepada tiga tokoh  tersebut karena mendukung paslon lain,” sambung Hafif.

Masih kata Hafif, sudah saatnya para politisi senior untuk memberikan contoh kepada generasi muda, kaum milenial dan generasi Z, agar berpolitik secara santun.

“Saya yakin sekali ketiga tokoh yang disebutkan Mas Ganjar tersebut, dalam mendukung dan memilih Pak Prabowo dan Mas Gibran, karena tokoh-tokoh tersebut percaya, bahwa yang mampu dalam melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai oleh Pak Jokowi adalah pasangan Prabowo-Gibran. Ditambah bahwa Pak Prabowo, merupakah tokoh bangsa yang sudah sangat layak dan mumpuni untuk memimpin bangsa ini,” pungkas Hafif.

Selanjutnya, Hafif juga menghimbau agar semua pihak mengedepankan suasana yang sejuk dan damai dalam menyongsong tanggal 14 Februari 2024 nanti, agar kontestasi pemilu bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya