Berita

Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Gerindra: Ganjar Menepuk Air di Dulang Kepercik Muka Sendiri

SELASA, 06 FEBRUARI 2024 | 20:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo dalam closing statement debat pamungkas Pilpres 2024, Minggu malam (4/2) mengajak rakyat untuk tidak memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak pelanggar HAM.

“Lima tahun yang lalu dalam debat capres 2019 saya tim kampanye Joko Widodo. Beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM. Yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan. Yang punya rekam jejak masalah korupsi. Saya sangat setuju apa yang beliau sampaikan agar kriteria ini menjadi pegangan kita semua dalam memilih pemimpin,” ungkap Ganjar.

Menanggapi itu, Anggota Dewan Pakar Gerindra Bambang Haryo Soekartono menilai ucapan Ganjar sangat mengkritik dirinya sendiri.


“Ini seperti ungkapan menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Bu Mega saja tidak pernah menyatakan kalau Pak Prabowo itu melanggar HAM, buktinya bisa menjadi cawapres Bu Mega di 2009. Ucapan Pak Ganjar ini seperti menabok muka Bu Mega juga,” kata BHS akrab disapa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/2).

Dia membantah keras bila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi Mei 1998.

“Buktinya Pak Prabowo hingga saat ini tidak pernah dipanggil pengadilan atau Komnas HAM. Tidak ada pelanggaran HAM (yang pernah dilakukan), tidak ada kasus korupsi, sementara Pak Ganjar kita bisa lihat (kasus korupsinya),” jelas BHS.

Pernyataan Ganjar itu, lanjut BHS, bukan hanya menyinggung Prabowo, melainkan juga Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta kabinetnya.

“Pak Jokowi masih menggunakan Pak Prabowo sebagai Menhan. Tak hanya itu, cawapresnya, mantan Menko Polhukam juga merasa ditabok mukanya. Begitu juga Menkumham, Pak Yasona. Soalnya yang berkaitan dengan kasus hukum dan HAM ada di sana,” jelasnya lagi.

Dia pun sangat menyesalkan pernyataan mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Menurutnya, pernyataan itu akan berdampak pada simpati publik terhadap Ganjar.

“Pak Ganjar tidak perlu begitu seharusnya. Simpati publik akan hilang. Sebenarnya banyak yang menyayangkan statement Pak Ganjar itu,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya