Berita

Ganjar Pranowo/Net

Politik

Ganjar Ingatkan Prabowo soal Pentingnya Pengumpulan Data Disabilitas

MINGGU, 04 FEBRUARI 2024 | 21:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk memberikan pelayanan secara merata kepada semua pihak, termasuk warga disabilitas, diperlukan kepemilikan data yang lengkap dan baik.

Hal itu disampaikan oleh calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, saat merespon pendapat pesaingnya dari nomor urut dua, Prabowo Subianto, di debat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu (4/2).

Ganjar mendorong agar pemerintah harus menyiapkan data dengan baik, sehingga semua bisa teridentifikasi, termasuk disabilitas.


"Ini pertanyaannya soal data, kan? Data dan komitmen kita terhadap data disabilitas. Pertama, negara harus hadir, tidak boleh alfa," tegasnya.

Dengan data yang ada, lanjut Ganjar, maka pemerintah bisa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan menyeluruh.

"Sehingga no one left behind diberikan, ini diberikan dan mereka akan mendapatkan apa yang dia inginkan," pungkasnya.

Tiga calon presiden yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, mengikuti debat Pilpres 2024 kelima yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2)

Tema yang diusung dalam debat capres ketiga yakni Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Debat ini merupakan yang terakhir digelar sebelum ketiga capres menghadapi hari pemungutan suara pada 14 Februari mendatang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya