Berita

Presiden Mahasiswa Universitas Brawijaya, Rafly Rayhan Al Khajri/Ist

Politik

Presiden Mahasiswa UB Ajak Masyarakat Bersatu Selamatkan Demokrasi

SABTU, 03 FEBRUARI 2024 | 21:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah kemunculan kritik sejumlah kampus terhadap Presiden Joko Widodo, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyita perhatian.

Ari Dwipayana mengatakan ada upaya yang sengaja mengorkestrasi narasi politik tertentu untuk kepentingan elektoral.

"Strategi politik partisan seperti itu juga sah-sah saja dalam ruang kontestasi politik," ujar Ari.


Pernyataan Ari, dikritik Presiden Mahasiswa Universitas Brawijaya, Rafly Rayhan Al Khajri. Katanya, Istana memberikan pernyataan yang sumbang dan berusaha menghindar pandangan Jokowi yang juga partisan paslon tertentu.

"Istana lupa, kalau Jokowi juga partisan. Pernyataan itu tidak lebih dari sekadar upaya penyangkalan Istana terhadap demokrasi yang telah dirusak oleh Jokowi," ujar Rafly dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/2).

Mahasiswa Hukum Tata Negara tersebut, katanya, kontestasi politik yang sehat sudah tidak mungkin terjadi lagi apabila Jokowi terus menginfiltrasi proses demokrasi yang berpotensi membunuh demokrasi.

Rafly juga menegaskan bahwa konsolidasi di akar rumput mulai berlangsung dan dalam waktu dekat akan berbuah aksi di jalan-jalan.

"Kami menyerukan seluruh elemen masyarakat bersatu. Ini bukan tentang memilih atau tidak memilih 1, 2, atau 3. Gerakan ini untuk menyelamatkan demokrasi dari penyalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya