Berita

Logo Muhammadiyah/Net

Politik

Gara-gara Jokowi Cawe-cawe, Alumni Muhammadiyah Serukan Pilih Selain Prabowo

SABTU, 03 FEBRUARI 2024 | 19:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesan ikut campur Presiden Joko Widodo dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024, berakibat pada aksi tak memilih pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Seruan menolak calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 itu disampaikan Alumni Perguruan Muhammadiyah, melalui petisi yang disampaikan kepada wartawan, Sabtu (3/2).

"Pemilu 2024 berada dalam situasi politik yang sedang tidak baik-baik saja. Pemilu sebagai jalan demokratis untuk menjaring pemimpin bangsa mengalami ancaman yang sangat serius," ujar Koordinator Nasional Alumni Perguruan Muhammadiyah Hardiansyah.


Dia menjelaskan, Presiden Joko Widodo dengan sengaja terlihat ikut cawe-cawe dalam proses politik, hingga berupaya memenangkan anaknya Gibran yang berpasangan dengan Prabowo.

"Ini melalui indikasi pengerahan aparatur dan infrastruktur negara serta indikasi politisasi bantuan sosial untuk masyarakat," sambungnya menjelaskan.

Akibat dari cawe-cawe Jokowi tersebut, Hardiansyah menilai Prabowo masuk dalam desain kerakusan kekuasaan.

"Demikian juga Prabowo Subianto, dengan menerima Gibran anak Jokowi sebagai cawapres, menunjukkan Prabowo adalah seorang pemburu kekuasaan," tuturnya.

Oleh karena itu, Alumni Perguruan Muhammadiyah (APM) memandang pasangan Prabowo-Gibran tidak layak dipilih oleh masyarakat.

"Meminta kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah, pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk menghapus pasangan Prabowo-Gibran dari opsi pilihannya pada Pilpres tanggal 14 Februari 2024," demikian Hardiansyah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya