Berita

Ketua TPD DKI Jakarta Ganjar-Mahfud, Prasetyo Edi Marsudi yang didampingi oleh sang istri, Novie Muniarsari melakukan long march menuju Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu siang (3/2)/Ist

Politik

Prasetyo Pimpin 10 Ribu Massa Long March Ikuti Kampanye Akbar PDIP

SABTU, 03 FEBRUARI 2024 | 15:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sepuluh ribu massa Sohib Pras atau pendukung Prasetyo Edi Marsudi melakukan long march atau jalan kaki dari Sekretariat Tim Pemenangan Daerah (TPD) DKI Jakarta Ganjar-Mahfud, Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan menuju Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu siang (3/2). Mereka berjalan kaki sekitar 2,5 kilometer untuk mengikuti kampanye akbar PDI Perjuangan di GBK.

Aksi tersebut dikomandoi oleh Ketua TPD DKI Jakarta Ganjar-Mahfud, Prasetyo Edi Marsudi yang didampingi oleh sang istri, Novie Muniarsari. Prasetyo menegaskan, Sohib Pras siap memenangkan Capres dan Cawapres Nomor Urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024 nanti.

“Kira-kira ada 10.000 massa, dari sini (Sekretariat TPD) ada 5.000, kemudian dari Kota Jakarta Selatan ada 5.000 dengan label ‘Sohib Pras’ yang akan mendeklarasikan dan mendukung paslon Ganjar-Mahfud untuk memenangkan Jakarta,” kata Prasetyo kepada wartawan.


Pria yang akrab disapa Pras ini sengaja memilih berjalan kaki karena lalu lintas di sekitar GBK sangat padat. Soalnya banyak para pendukung Ganjar-Mahfud yang datang dari berbagai daerah dan memarkirkan kendaraannya di kawasan GBK maupun Jalan Jenderal Sudirman.

“Dari sini long march karena kami tahu ke GBK kan penuh tuh dalam parkiran mobil. Kami akan jalan disiplin dan tertib menuju GBK dengan kekuatan badan yang sudah cukup, makan cukup. Jadi kami mau kampanye bergembira ria mendengarkan calon presiden kita Pak Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden kita Pak Mahfud MD,” ungkap Pras.

Menurut dia, antusiasme para simpatisan dan masyarakat sangat tinggi. TPD DKI sempat kehabisan stok kaus partai untuk memberikan warna dalam kampanye akbar PDI Perjuangan di GBK, namun masalah itu akhirnya bisa ditanggulangi.

“Semalam saya mobilisasi kaus saja banyak yang meramaikan kantor TPD, sampai kami kehabisan kaus, dan kami harus cari bantuan ke beberapa pihak, hingga ada beberapa masyarakat yang mencetak kaus sendiri,” imbuhnya.

“Jadi alhamdulillah mereka semua mendapatkan kaus atau atribut untuk berangkat ke GBK hari ini,” sambung politikus PDIP yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Prasetyo yang mencalonkan sebagai Caleg DPR RI Dapil 2 ini menyebut, masyarakat Tanah Air sudah pintar. Mereka menginginkan sosok pemimpin yang berpengalaman, bukan pemimpin yang baru mencoba hal baru.

“Masyarakat tuh ingin mencari pemimpin yang bukan coba-coba, bahwa pemimpin bangsa di Indonesia dari jaman merdeka, Bung Karno, Wakilnya Mohamad Hatta, begitu juga dengan Presiden Soeharto dengan tokoh bangsa lainnya,” kata Prasetyo.

Prasetyo menyinggung, adanya salah satu paslon yang meniti karir tidak berasal dari posisi bawah. Pihak yang bersangkutan justru mendapat privilese demi mendapatkan karir di pemerintahan.

Dia khawatir, yang bersangkutan akan kesulitan menghadapi masalah jika mendapat amanah dari rakyat. Apalagi jika persoalan yang dihadapi begitu krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sekarang kita semua melihat dari salah satu pasangan, yang istilahnya tidak dari akar rumput (mulai dari bawah) untuk berangkat memimpin bangsa ini. Nanti kalau terjadi apa-apa, hubungan internasional bakal kurang, lainnya juga kurang. Nah, bangsa Indonesia kita ini tuh jangan sampai dipegang oleh pemimpin yang coba-coba,” pungkas dia.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya