Berita

Pakuwon Mall di kawasan Surabaya Barat salah satu jujugan untuk kuliner/Istimewa

Dahlan Iskan

Suka Makan

SABTU, 03 FEBRUARI 2024 | 05:22 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SETELAH sering jadi tamu giliran saya menerima tamu. Saat sebagai tamu saya sering diantar ke mana saja di sana. Kini saya mengantar mereka ke mana pun mereka mau.

"Kenapa mau ekspansi usaha di Indonesia?" tanya saya.

"Tinggal Indonesia dan India yang masih bisa diandalkan sekarang ini," ujar tamu saya itu. Mereka tiga orang. Dari kota Chengdu, provinsi Sichuan.


Maksudnya: Tiongkok sudah penuh. Terutama untuk mengembangkan bisnis yang sedang mereka kembangkan. Yakni bisnis kuliner. Buka restoran.

Negara lain lagi tidak punya perut sebanyak Indonesia. Maka tamu saya itu ingin membuka resto di Indonesia. Dia sudah punya 2.800 resto di berbagai kota di Tiongkok. Sudah pula membuka di enam negara sekitar.

Meski punya resto ribuan saya belum pernah tahu seperti apa resto milik mereka itu di sana. Memang masih tergolong baru: mulai berkembang pesat sejak lima tahun lalu. Jenisnya: hotpot.

Sebenarnya saya berjanji akan mampir ke restonya saat tahun baru lalu ke Beijing, Shanghai, Dongguan, dan Shenzhen. Tapi selalu tidak ada waktu. Atau lupa. Nama restonya pun belum melekat di ingatan saya.

Kalau di Beijing saya selalu saja sudah terobsesi masakan Xinjiang. Atau sate kambing di dekat masjid Niu Jie. Lalu Peking Duck di Qian Men, dekat Tian An Men. Atau jadwal saya sudah penuh dengan jamuan makan oleh relasi di sana.

Haidilao pun sudah tidak masuk daftar obsesi: sudah ada di Jakarta dan Surabaya. Ngapain menyesaki daftar Beijing Obsession. Pun Xiao Fei Yang. Aromanya terasa terlalu kuat. Mungkin bawaan bertambahnya umur.

Saya jadi belajar dari tamu itu: bagaimana memilih lokasi untuk buka resto baru. Ternyata mereka hanya mengincar satu lokasi: di dalam mal.

Maka mereka minta diantar ke mal paling ramai. Lalu mal yang baru. Sama sekali tidak minta diantar ke lokasi selain mal.

Mereka pernah saya ajak makan di resto independen. Di luar mal. Bertetangga dengan perumahan lama, di Dinoyo Surabaya. Larisnya bukan main. Cari tempat parkir pun sulit.

Di situ mereka menyenangi masakannya tapi tidak meminati lokasinya. Padahal sudah saya jelaskan: betapa bagus bisnis teman saya itu. Ia mampu membangun resto dua tingkat di atas tanah sewa 15 tahun. Pakai lift. Atas biaya sendiri. Di luar harga kontrak 15 tahun yang dibayar tiap lima tahun. Bayar di muka.

Mereka tetap pilih buka di mal.

Sebagai orang asing mereka tidak tahu hukum dan adat di Indonesia. Mereka tidak mau ambil risiko yang di luar perkiraan. Dengan membuka resto di mal urusannya tinggal dengan pemilik mal.

Maka saya ajak mereka ke berbagai mal. Saya tinggalkan mereka di situ. Beberapa jam. Biarlah bebas berimajinasi. Saya tidak mau banyak menjelaskan. Mereka lebih tahu dunia mal dan resto.

Pada jam yang dijanjikan mereka saya jemput. Pindah ke mal lainnya.

"Kita makan dulu," kata saya.

"Kami sudah makan. Sudah kenyang. Seluruh resto di mal ini sudah kami coba," tambahnyi.

Tentu tidak mungkin semua. Saya tahu maksudnya: lebih tiga restoran sudah dicoba.

"Ada kesulitan?"

"Tidak ada," jawabnyi.

Saya khawatir. Awalnya. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi saya sadar: banyak orang Tionghoa di mal itu. Biarlah mereka belajar mengatasi persoalan dasar di negara asing: komunikasi.

Tinggal saya yang kelaparan. Alhamdulillah. Upaya tetap langsing tidak terganggu oleh sopan santun di depan tamu.

Dua minggu kemudian mereka datang lagi. Kali ini saya tidak perlu repot memilihkan hotel. Mereka sudah pesan sendiri kamar hotel yang mereka mau: hotel di dalam mal.

Mereka ternyata sudah menentukan mal mana yang diincar. Lalu ingin menyelami perilaku mal tersebut siang malam. Dengan cara tinggal di situ. Mungkin juga ingin makan di semua restonya.

"Bagaimana harga makanan di sini? Mana lebih mahal dari di Tiongkok?"

"Sama dengan harga di Beijing. Tapi lebih mahal sekitar 20pCt dari Chengdu," katanyi.

Chengdu adalah kota terbesar di Tiongkok barat daya. Anda sudah tahu Sichuan: ibu kota panda itu. Penduduk kota Chengdu setara dengan Jakarta. Tiga jam terbang dari Beijing. Juga tiga jam dari arah pantai timur, Shanghai. Tiga jam pula dari arah tenggara, Guangzhou.

Chengdu juga satu dari tujuh kota super besar Tiongkok: Beijing, Shanghai, Tianjin, Guangzhou, Wuhan, dan Shenzhen.

Di kunjungan ketiga mereka sudah ambil keputusan: di mal itu. Luasnya 300m2. Lokasinya tidak yang paling strategis, tapi tinggal itu yang tersedia. Mereka ingin lokasi yang lebih depan tapi tidak ada lagi.

Begitu cepat mereka ambil putusan. Kurang dari dua bulan. Tidak perlu tunggu hasil Pilpres. Bagi mereka tiga pasangan capres/cawapres itu sama: pasti sama-sama suka makan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya