Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pendapatan Apple Kembali Naik, Kecuali di China Raya

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 12:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah sempat mengalami penurunan pendapatan selama setahun, Apple melaporkan kembalinya pertumbuhan selama kuartal Desember pada Kamis (1/2).

Dilaporkan bahwa pendapatan raksasa teknologi AS pada bulan Oktober-Desember ini tumbuh di semua wilayah kecuali China Raya, di mana pembuat iPhone tersebut menghadapi penurunan penjualan di tengah meningkatnya persaingan.

Menurut laporan yang dimuat Bloomberg Jumat (2/2), pendapatan Apple naik 2,1 persen pada tahun ini menjadi 119,6 miliar dolar AS untuk tiga bulan yang berakhir pada 30 Desember 2023, pertumbuhan pendapatan pertama dalam satu tahun.  


Penjualan produk utama perusahaan, iPhone, melonjak 6 persen menjadi 69,7 miliar dolar AS.

China Raya, yang meliputi China daratan, Hong Kong, dan Taiwan, dan merupakan mesin pertumbuhan utama bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir, adalah satu-satunya wilayah yang pendapatannya menurun pada kuartal ini, turun 12,9 persen pada tahun ini menjadi 20,8 miliar dolar AS.

CEO Apple Tim Cook mengatakan pada laporan pendapatan Kamis bahwa berdasarkan mata uang konstan, penjualan iPhone di China turun pertengahan satu digit.

“Kami telah berada di China selama 30 tahun. Dan saya tetap sangat optimis terhadap China dalam jangka panjang,” kata Cook.

Apple menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Huawei Technologies dan merek domestik lainnya di China karena pasar ponsel cerdas secara keseluruhan terjepit di tengah tekanan ekonomi.

Menurut Counterpoint Research, penjualan iPhone di China turun 9 persen secara tahunan pada kuartal Oktober-Desember, sementara penjualan Huawei naik 71,1 persen, didorong oleh chipset 5G-nya.  

Untuk setahun penuh pada 2023, penjualan ponsel pintar secara keseluruhan di China turun 1,4 persen.

Di tengah lesunya penjualan di China, Apple dan pengecer online besar mulai menawarkan diskon pada iPhone menjelang Tahun Baru Imlek dengan harapan dapat meningkatkan permintaan selama musim belanja liburan.

Chief Financial Officer Luca Maestri mengatakan dalam laporan pendapatannya pada hari Kamis bahwa selama periode tersebut, perusahaan mencetak rekor baru sepanjang masa untuk penjualan di Korea Selatan serta rekor kuartal Desember di India dan Indonesia.

Wilayah Amerika mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 2,3 persen menjadi 50,4 miliar dolar AS sementara Eropa mencatat lonjakan pendapatan sebesar 9,8 persen menjadi 30,4 miliar dolar AS.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya