Berita

Sidang Komite Kehakiman Senat tentang eksploitasi online/Net

Dunia

Di Sidang Senat, Mark Zuckerberg Minta Maaf kepada Keluarga Korban Eksploitasi Online

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sidang Senat AS tentang dampak media sosial terhadap anak-anak yang digelar Rabu (31/1) di Capitol Hill, dimanfaatkan Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg untuk meminta maaf kepada orang tua korban eksploitasi online.

Permintaan maaf tersebut muncul ketika Zuckerberg, yang perusahaannya memiliki platform media sosial Facebook dan Instagram, menjawab pertanyaan pada sidang Kehakiman Senat AS tentang dampak media sosial terhadap anak-anak.

Sidang tersebut membahas eksploitasi seksual terhadap anak secara online, dan juga melibatkan CEO dari Discord, Snap, X dan TikTok, serta menampilkan video anak-anak yang berbicara tentang pengalaman mereka dengan intimidasi online, pelecehan, dan banyak lagi.


Atas desakan Senator Partai Republik Josh Hawley, Zuckerberg, berdiri dan berbicara kepada keluarga-keluarga yang menunjukkan foto anak-anak mereka yang menurut mereka telah dirugikan oleh media sosial.

Reuters
melaporkan Kamis (1/2), saat sidang dimulai, panitia memutar video di mana anak-anak berbicara tentang perundungan di platform media sosial. Para senator menceritakan kisah-kisah tentang anak-anak muda yang bunuh diri setelah diperas karena berbagi foto dengan predator seksual.

“Apakah sekarang Anda ingin meminta maaf kepada para korban yang dirugikan oleh produk Anda?” tanya Hawley kepada Zuckerberg.

Zuckerberg kemudian berdiri, berbalik, dan berbicara kepada keluarga tersebut.

"Saya minta maaf atas semua yang telah Anda lalui. Tidak seorang pun boleh mengalami penderitaan yang dialami keluarga Anda dan inilah sebabnya kami berinvestasi begitu banyak dan kami akan terus melakukan upaya industri untuk memastikan tidak ada seorang pun yang mengalami penderitaan yang dialami keluarga Anda," ujarnya.

Selama sidang Hawley secara agresif mengkritik Zuckerberg.

“Produk Anda membunuh orang,” kata Hawley kepada Zuckerberg, yang perusahaannya memiliki platform media sosial Facebook dan Instagram.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya