Berita

Caleg Partai Gelora Dapil Jakarta Pusat Ardy P. Sani/Ist

Politik

Kader Gelora Ancam Geser Caleg Petahana di Kebon Sirih

KAMIS, 01 FEBRUARI 2024 | 15:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebentar lagi tahapan Pemilu 2024 memasuki masa pencoblosan pada 14 Februari 2024. Saat ini para peserta pemilu masih diberi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, program, dan citra diri mereka kepada publik.

Salah satu caleg yang bertarung untuk memperebutkan 106 kursi DPRD DKI Jakarta adalah Ardy P. Sani. Ia merupakan caleg Partai Gelora Dapil Jakarta Pusat.

Ardy bukanlah nama baru di panggung politik ibu kota. Bahkan saat ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat. Pada periode 2013-2018, Ardy dipercaya memegang posisi Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat.


"Saya siap bertarung membawa perubahan bagi masyarakat Jakarta yang sebentar tak lagi menyandang status ibu kota negara," kata Ardy kepada wartawan, Kamis (1/2).

Ardy mengaku membidik suara pemilih milenial yang mendominasi dalam gelaran Pemilu 2024 ini.

“Saya tertarik nyaleg, karena lingkungan aktivitas saya di organisasi membuat saya memiliki cita-cita memberikan kontribusi positif pada pembuatan kebijakan, mewakili kepentingan masyarakat, dan berperan dalam perubahan yang diinginkan,” kata Ardy.

Sedangkan alasan menjatuhkan pilihan ke Partai Gelora sebagai kendaraan politik karena sistem kaderisasi di parpol tersebut  berjalan baik. Partai Gelora juga menonjolkan program inovatif, di mana kader-kader muda diberikan kesempatan ambil bagian dalam memajukan bangsa.

"Saya tak gentar melawan caleg-caleg petahana di Kebon Sirih, karena saya menawarkan inovasi baru untuk memajukan Jakarta," pungkas Ardy.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya