Berita

Hasil survei terbaru LSI Denny JA soal elektabilitas capres-cawapres pada Pilpres 2024 menunjukkan Prabowo-Gibran unggul di banyak daerah/Repro

Politik

Survei LSI: Ganjar Kokoh di Jateng, Keok dari Prabowo di Jabar dan Jatim

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 18:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Cukup wajar jika Provinsi Jawa Tengah disebut sebagai "Kandang Banteng" atau salah satu wilayah yang punya basis pendukung PDI Perjuangan sangat kuat. Hal ini terbukti dalam hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru.

Dalam rilis survei yang diterima redaksi, Selasa (30/1), pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang diusung koalisi PDIP mampu meraih 40,3 persen di Jawa Tengah. Namun, di Jawa Barat dan Jawa Timur, Ganjar-Mahfud harus mengakui keunggulan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo-Gibran meraih elektabilitas 54,6 persen di Jabar lalu 57,1 persen di Jatim dan 38,7 persen di Jateng. Sementara Ganjar-Mahfud hanya meraih 9,9 persen di Jabar dan 25,2 persen di Jatim.


Bagaimana dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 1? Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih elektabilitas 28,3 persen di Jabar; 7,4 persen di Jateng, dan 12,6 persen di Jatim.

Tak hanya itu, Prabowo-Gibran juga unggul di semua teritori. Yaitu di Sumatera (54,4 persen), Jawa (47,4 persen), Bali-NTB-NTT (49,1 persen), Kalimantan (43,4 persen), Sulawesi (70,8 persen), dan Maluku-Papua (53,5 persen).

Survei LSI Denny JA ini dilakukan pada 16-24 Januari 2024 terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia melalui wawancara tatap muka. Margin of error survei ini sebesar 2,9 persen.

Selain dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA memperkaya informasi dan analisis dengan metode kualitatif. Seperti analisis media, in depth interview, expert judgement, dan focus group discussion.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya