Berita

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) saat menggelar dukungan pemilu damai di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Kota Surakarta/Ist

Politik

Laskar Umat Islam Surakarta Imbau Umat Tak Terpecah Gara-gara Pilpres

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 11:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mengajak masyarakat Solo Raya untuk menjaga persatuan dan kesatuan jelang Pemilu 2024. Masyarakat diimbau menghadirkan situasi yang sejuk jelang pesta demokrasi lima tahunan.

"Laskar Umat Islam Surakarta seperti masyarakat yang lain, juga memiliki tanggung jawab moral dalam mewujudkan pemilu yang damai," kata Ketua LUIS Ustaz Edy Lukito dalam keterangannya, Selasa (30/1).

LUIS juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar tak terprovokasi berita hoaks. Sebab, hal itu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.


"Juga agar tak terprovokasi black campaign atau kampanye hitam yang akan berdampak terhadap kerukunan dan persatuan di masyarakat," kata Edy.

Sebelumnya, di arena Car Free Day (CFD), Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Kota Surakarta, LUIS menggelar cap tangan dukungan Pemilu 2024 damai.

LUIS juga membagikan brosur yang berisi imbauan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, dalam mencegah adanya provokasi, black campaign maupun berita hoaks yang akan merugikan masyarakat.

"Pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 merupakan hajat bangsa Indonesia dalam menentukan pemimpin ke depan, oleh karena itu sudah semestinya seluruh lapisan masyarakat bertanggung jawab dalam mensukseskan pemilu dengan damai," kata Edy.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya