Berita

Ikan beku/Net

Bisnis

Membangun Rantai Dingin Hasil Perikanan Hingga ke Pegunungan

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 04:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Karakteristik mutu dan kesegaran hasil perikanan sangat bergantung terhadap bagaimana teknik penanganan, terlebih proses distribusi hasil perikanan yang cukup panjang. Hal itu mulai dari pelelangan, pengepakan, pengangkutan hingga pengolahan.

Menurut Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir (KPPMPI), Hendra Wiguna, ikan setelah ditangkap penting untuk ditangani dengan baik agar terjaga kualitasnya.

“Hasil perikanan perlu dijaga dengan baik, agar kualitas terjaga sehingga ikan bisa bernilai tinggi dan menyehatkan. Sistem rantai dingin (cold chain system), menjadi hal penting yang perlu diperhatikan,” terang Hendra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (29/1)


Lanjut Hendra, rantai dingin bertujuan untuk menjamin keseluruhan proses dari pasca panen (penangkapan), distribusi dan sampai di tangan konsumen dalam kondisi segar. Salah satunya, perlu ada cold storage, untuk memastikan hasil tangkapan terjaga. Terutama di musim ikan, yang mana hasil tangkapan nelayan melimpah.

“Cold Storage, perlu juga didukung oleh mesin lainnya seperti ABF, contact plate, dan sebagainya untuk membekukan produk hasil perikanan. Apabila cold storage sudah dilengkapi dengan mesin-mesin tersebut, maka peranannya akan optimal,” jelasnya.

Saat ini, kebanyakan cold storage berada di sekitaran pelabuhan perikanan. KKP menyebutkan pada 2020, cold storage di Indonesia tercatat sebanyak 1.741 Unit dengan kapasitas total penyimpanan sebesar 2,46 juta ton.

Adapun berdasarkan Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan, saat ini di Indonesia ada 689 pelabuhan perikanan. Terbagi berdasarkan 4 jenis (kelas), terdapat 7 Pelabuhan Perikanan terdiri dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), 18 Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), 42 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), 49 Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), dan ada 343 pelabuhan perikanan yang belum ditetapkan kelas nya serta dan 251 calon pelabuhan perikanan.

“Meski jumlah cold storage sudah lebih banyak dari jumlah pelabuhan perikanan, bisa jadi tidak semua pelabuhan perikanan memiliki cold storage. Tapi mudah-mudahan sudah dilengkapi dengan pabrik es, sehingga nelayan terbantu,” imbuh Hendra.

“Keberadaan Cold Storage juga perlu menimbang bagaimana hasil tangkapan di daerah tersebut, dan apakah semua kapal nelayan menurunkan hasil tangkapannya ke pelabuhan perikanan,” jelasnya lagi.

Sekarang, menurut Hendra perlu juga untuk membangun cold storage di daerah pegunungan yang jauh dari laut. Sehingga sistem logistik perikanan akan terbangun dengan baik, menjadikan orang pegunungan bisa mengakses ikan laut dengan harga lebih terjangkau dan mutu yang lebih baik.

“Saat ini, orang di pegunungan hanya bisa makan ikan pindang atau ikan asin. Bila cold storage dihadirkan, tentu akan meningkatkan angka konsumsi ikan dan memperbaiki gizi masyarakat yang berada jauh dari laut,” ungkap dia.

Hal itu sejalan dengan target KKP pada 2023, yakni 60 kilogram per kapita. Jadi, tegas Hendra, mendekatkan hasil perikanan ke daerah pegunungan menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan Angka Konsumsi Ikan (AKI).

Karena selama ini, sambung dia, masyarakat yang jauh dari laut, konsumsi ikannya cukup rendah. Misalnya pada 2020, Kabupaten Boyolali 18,60 Kg/Kap/tahun, Kabupaten Magelang 18,70 Kg/Kap/tahun, Kota Surakarta 28,51 Kg/Kap/tahun, AKI tiga daerah ini berbeda jauh dengan Kabupaten Pati yang merupakan daerah pesisir dimana AKI nya mencapai 42,94 Kg/Kap/tahun.

Masih kata Hendra, rendahnya AKI di daerah pegunungan dikarenakan beberapa faktor. Mulai dari ketersediaan ikan hingga harga ikan yang masih tergolong mahal bagi mereka ketimbang harga sumber makan lainnya.

Jadi tujuannya cold storage ini agar harga ikan lebih terjangkau dan masyarakat bisa mendapatkan protein lebih baik. Selain itu, hasil tangkapan nelayan tidak hanya berputar-putar di area pesisir yang notabene sangat mudah mendapatkan ikan dan nelayan mendapatkan harga ikan yang lebih stabil.

“Ke depan, bisa didorong terobosan kebijakan dan inovasi layanan rantai dingin berbasis koperasi. Sehingga nelayan kecil memiliki akses terhadap cold storage, kebijakan ini dapat mendorong kemitraan antara koperasi nelayan kecil dengan koperasi petani. Sehingga akan ada transaksi atau tukar menukar bahan pokok sesama koperasi rakyat,” bebernya.

“Hal ini tentu perlu didukung dengan semangat membangun kesejahteraan rakyat, serta langkah-langkah kongkrit demi menekan ketimpangan akses nelayan kecil dan petani,” tutup Hendra.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya