Berita

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto/Net

Politik

Industri Pertahanan di Era Menhan Prabowo Maju Pesat

SENIN, 29 JANUARI 2024 | 07:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto yang menjabat sejak Oktober 2019 telah mencatatkan beberapa prestasi dalam memajukan industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Pakar Gerindra, Bambang Haryo Soekartono. Dia membantah keras apabila ada pihak yang menuding era Kementerian Pertahanan saat dipimpin Prabowo tidak memiliki kemajuan.

“Tidak benar yang menyatakan bahwa Pak Prabowo tidak memajukan alutsista kita. Pak Prabowo sangat perhatian pertahanan antar pulau. Industri pertahanan kita maju pesat,” ujar BHS akrab disapa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/1).


Dia menyebut, PT PAL Indonesia sebagai industri pertahanan di bidang maritim, terus mendapat pesanan kapal perang guna memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

“PT PAL saat ini sedang membangun 2 frigate. Ini pertama kali di dalam negeri kita membuat frigate sendiri, sebelumnya frigate kita berasal dari luar negeri. Selain itu Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) juga sedang dibangun di galangan kapal (swasta) kita di Batam. PT PAL sebagai leader yang men-subkon ke galangan swasta untuk memenuhi alutsista kita,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anggota Komisi V DPR periode 2014-2019 ini menyatakan industri pertahanan untuk alutsista darat juga sedang memproduksi 500 unit kendaraan kendaraan taktis (Rantis) yang bernama Maung.

"Beliau (Prabowo) mendatangkan ahli kita yang bekerja di perusahaan mobil Amerika untuk diajak bekerja sama sebagai rancangan anak bangsa dalam meproduksi kendaraan tempur ini yang bernama Maung," terangnya.

Begitu juga dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang juga turut memproduksi 8 unit pesawat CN 235 dalam memperkuat pertahanan udara Indonesia.

“Jadi di era Pak Prabowo, industri pertahanan kita darat, laut, udara semuanya hidup kembali. Semua matra (TNI) saat ini mengalami kemajuan yang pesat alutsistanya,” tegas BHS.

Caleg DPR Gerindra Dapil Jawa Timur I ini menyaakan di tengah kondisi yang tidak menguntungkan dengan adanya pandemi Covid-19 serta anggaran pertahanan yang minim dibandingkan negara lain, kemajuan di bidang pertahanan masih bisa dilakukan Prabowo.

“Untuk pertahanan di negara seluas Indonesia dengan penduduk sekitar 270 juta jiwa butuh kekuatan alutsista yang memadai. Industri pertahanan kita sudah mampu menunjukan kemandirian untuk kebutuhan alutsista kita. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dari Pak Prabowo,” bebernya.

Tak hanya kemandirian alutsista, sambung BHS, prestasi Prabowo juga mampu membangkitkan kembali ASABRI yang sekian lama merugi. Saat perusahaan dana pensiun pelat merah untuk TNI/Polri itu mampu mencapai laba hingga Rp8 triliun.

“Ini menjamin kesejahteraan, kesehatan purnawirawan kita. Lalu di bidang pendidikan (pertahanan), saat ini juga maju pesat. Universitas Pertahanan berhasil dibangun di pelosok, di daerah NTT (Nusa Tenggara Timur). Lalu pendidikan intelijen juga dihidupkan lagi untuk prajurit,” bebernya lagi.

"Pak Prabowo juga membangun rumah sakit tentara terbesar di Asia Tenggara, saat ini masih proses pembangunan. Sebelumnya ada juga rumah sakit tentara di Timika yang kemarin baru diresmikan. Rencananya ada 24 rumah sakit tentara di Indonesia yang akan dibangun. Ini bukti bahwa Pak Prabowo sangat memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan prajurit. Masyarakat juga bisa memanfaatkan rumah sakit itu untuk pengobatan," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya