Berita

Jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud, Oktafiandi/Ist

Politik

TPN: Ganjar-Mahfud akan Hapus Kredit Macet Petani

SABTU, 27 JANUARI 2024 | 07:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud menggencarkan intensitas menyapa dan mensosialisasikan pasangan Capres-Cawapres Uomor Urut 3, Ganjar-Mahfud dengn menggelar Training of Trainer (ToT) di dua titik di enam kecamatan  di Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang digelar pada Jumat (26/1) diikuti oleh lebih 2.000 peserta.

Jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud, Oktafiandi mengajak para relawan untuk tertib dan mengikuti aturan saat mengikuti kampanye. Namun sesuai arahan Ganjar Pranowo, Oktafiandi meminta simpatisan, kader, dan para relawan untuk tidak takut dengan pihak yang sengaja mengganggu kerja pemenangan Ganjar-Mahfud.

"Seperti yang dibilang Pak Ganjar, kalau kita sudah pada rel yang benar lalu diganggu, tabrak!" kata Oktafiandi dalam keterangannya, Sabtu (27/1).


Dalam ToT tersebut, Oktafiandi juga menyampaikan keberpihakan Ganjar-Mahfud kepada para petani. Ia menjelaskan, Ganjar-Mahfud berjanji akan menghapus kredit macet petani apabila berhasil keluar sebagai pemenang pada Pilpres 2024.

Menurut Oktafiandi, kredit macet ini akan diputihkan atau dihapus agar petani tidak punya utang pada negara. Pasalnya berdasarkan kalkulasi, jumlah kredit macet petani nilainya sangat kecil jika dibandingkan dengan uang negara yang dikorupsi.

"Program Hapus Kredit Macet Petani tersebut juga telah dicanangkan dalam 21 program unggulan Ganjar-Mahfud untuk mengurangi beban ekonomi petani," kata Oktafiandi.

Selain itu, Caleg Dapil X Jawa Barat dari PDIP ini menyebut Ganjar-Mahfud juga berjanji akan memberikan insentif kepada guru ngaji jika terpilih. Oktafiandi menjelaskan, inisiatif itu beranjak dari pemikiran bahwa pemimpin harus memiliki kepentingan untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak dini.

"Insya Allah kalau ilmu agamanya bagus, budi pekertinya bagus, kan hubungan sosialnya menjadi bagus," kata Oktafiandi.

Sementara itu, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari PDIP, Ika Siti Rahmatika yang akrab disapa Bunda Ika, juga menyampaikan program Ganjar-Mahfud yang menunjukkan keberpihakan kepada kaum perempuan dan UMKM.

Di hadapan peserta ToT tersebut, istri mantan Bupati Kuningan ini menjelaskan 5 program unggulan Ganjar-Mahfud yang menunjukkan keberpihakan kepada kaum ibu jika terpilih. Pertama, Ganjar-Mahfud akan mengupayakan legislasi untuk tersedianya lapangan kerja yang mudah diakses untuk kaum perempuan dan memastikan lingkungan kerja yang ramah terhadap kaum perempuan.

Kedua, Ganjar-Mahfud juga akan mewujudkan legislasi dan anggaran yang memadai untuk jaminan kesehatan bagi perempuan pekerja yang berbasis rumahan dalam bentuk akses keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Ketiga, akan mewujudkan legislasi dan anggaran yang memadai untuk penempatan satu psikolog di setiap puskesmas seluruh Indonesia dalam upaya penanganan kesehatan mental bagi perempuan, anak, dan masyarakat.

Keempat, Ganjar-Mahfud juga berkomitmen mewujudkan legislasi dan anggaran yang memadai untuk pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di setiap satuan lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta.

"Terakhir, Bapak Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk memastikan perubahan legislasi peningkatan keterwakilan perempuan dalam keanggotaan Badan Perwakilan Desa (BPD) dari satu perempuan menjadi tiga perempuan dari keseluruhan jumlah anggota BPD," kata Bunda Ika.

Selain Oktafiandi dan Bunda Ika, turut hadir juga dalam acara tersebut, Sekretaris DPC PDIP Ciamis Syafir Sutiarsa, caleg DPRD Kabupatem Ciamis dari PDIP Hendra Gunawan, Robingah dan Nadya Chairunnisa.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya