Berita

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari/RMOL

Politik

Daftar Pemilih Masih Bermasalah 19 Hari Jelang Pencoblosan, Ini Respons Santai Ketua KPU

KAMIS, 25 JANUARI 2024 | 15:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 masih saja bermasalah, seperti yang ditemukan beberapa pihak. Akan tetapi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkesan santai terkait masalah ini meski pencoblosan tinggal 19 hari lagi.

Hal ini terlihat saat Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, menyampaikan responsnya terkait permasalah DPT 2024, saat ditemui usai acara pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Indonesia, di Merlynn Park Hotel, Jalan KH. Hasyim Asyari, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

"Soal apa (DPT bermasalah)? Kalau ada disampaikan, nanti kita klarifikasi, kita cek ke lapangan situasinya bagaimana," ujar Hasyim malah bertanya balik.


Namun, saat diperjelas mengenai temuan Migrant Care yang menyebut ada belasan ribu pemilih ganda ditemukan di New York, Amerika Serikat, Hasyim mengklaim petugas pemilihan di luar negeri wilayah tersebut tengah mencari tahu kebenarannya.

"Sedang diklarifikasi, di New York toh," ucap Anggota KPU RI dua periode itu menutup keterangannya terkait permasalahan data pemilih ganda tersebut.

Selain data pemilih ganda, permasalahan DPT juga ditemukan oleh Tim Nasional (Timnas) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin).

Direktorat Pengamanan dan Pengawalan Suara Timnas Amin menemukan 54 juta data pemilih terindikasi bermasalah. Mulai dari tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK), tercatat lebih dari satu tempat pemungutan suara (TPS) atau data ganda, juga berusia di bawah 17 tahun, dan bahkan ada yang di atas 100 tahun. 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya