Berita

Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

Tudingan TKN soal Skenario Jahat Jegal Prabowo-Gibran Butuh Pembuktian

SENIN, 22 JANUARI 2024 | 08:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tudingan yang dilontarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran perihal tiga skenario jahat untuk menjegal pasangan 02 butuh pembuktian lebih lanjut. Mengingat, semua kontestasi memiliki dukungan politik hingga di jajaran birokrat.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim menanggapi pernyataan Wakil Ketua TKN, Habiburokhman yang menyebut ada skenario hitam yang ingin menjegal pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Saling tuding adanya penggunaan kekuatan tertentu dalam kontestasi Pilpres 2024 menjadi fenomena yang sulit ditolak. Ketiga pasangan yang berlaga memiliki dukungan politik konkret baik di level masyarakat maupun di jajaran birokrat," kata Wildan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/1).


Di mana kata Wildan, pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga memiliki menteri dari PKB yang saat ini masih menjabat. Sedangkan di pasangan Prabowo-Gibran, keduanya malah masih menjadi pejabat. Sementara itu di Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, juga masih menjabat menteri, serta ada menteri lainnya dan kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan.

Menurut Wildan, situasinya menjadi rumit manakala seluruh partai politik (parpol) menggunakan seluruh peluang dan ruang yang ada untuk memenangkan pasangan capres-cawapres yang diusung oleh parpol koalisi.

"Tabrakan kepentingan benar-benar terjadi dan aktornya adalah kader parpol yang diharuskan berkontribusi terhadap kampanye capres dan cawapres. Tudingan yang dilontarkan oleh TKN Prabowo-Gibran perihal tiga skenario jahat untuk menjegal pasangan 02 butuh pembuktian lebih lanjut," terang Wildan.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia ini menilai, tindakan-tindakan operasional teknis di lapangan di masa kampanye wujudnya sangat banyak. Ada mesin parpol yang ikut bergerak juga dalam tindakan-tindakan itu.

"Nah, tudingan yang sama bisa juga disampaikan Timnas Amin dan TPN Ganjar-Mahfud kepada pasangan 02," tutur Wildan.

Wildan menjelaskan, sekarang ini, kekuatan terbesar untuk menggerakkan sumber daya politik dalam berbagai bentuk ada di pasangan Prabowo-Gibran. Ada Prabowo yang masih berada di kabinetnya Joko Widodo.

Ditambah lagi dengan keberadaan Gibran selaku Walikota Solo yang juga putra sulung Jokowi. Sampai hari ini, pimpinan eksekutif tertinggi Indonesia adalah Jokowi. Artinya, seluruh kementerian dan lembaga negara yang ada tunduk di bawah kepemimpinan Jokowi.

"Publik Indonesia per hari ini tahu, siapa sosok yang didukung Jokowi. Pak Jokowi memang kadernya PDIP sampai hari ini. Namun beliau juga mendukung perjuangan putra kebanggannya untuk bisa menjadi RI 2 dan berlaga melawan Ganjar yang dijagokan PDIP. Dulu, publik beranggapan bahwa kekuatan besar itu dipegang dan dikendalikan oleh PDIP. Kini, kekuatan besar terpusat pada satu figur yang Jokowi," jelas Wildan.

Untuk itu, kata Wildan, tudingan perihal skenario jahat terhadap pasangan Prabowo-Gibran bisa dijadikan titik tolak bagi penataan kerja-kerja kementerian dan kepala daerah di masa kampanye pilpres. Di masa depan, kerja seluruh ASN di kementerian dan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota saat pilpres harus bebas dari unsur politisasi. Peraturan teknisnya perlu disiapkan oleh Kementerian PAN/RB

"Kalau tidak ditata dan dipastikan, setiap lima tahun sekali peran birokrasi di level tertentu akan dipolitisasi. Ini fenomena yang sifat pengulangan atau repetisi. Wujudnya bisa dengan berbagai aksi dalam format kebijakan atau policy," pungkas Wildan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya