Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Gara-gara Masalah Keuangan, Los Angeles Times Bakal PHK 100 Jurnalis

JUMAT, 19 JANUARI 2024 | 16:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Los Angeles Times akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 100 jurnalisnya atau sebanyak 20 persen dari redaksi surat kabar itu.

Berdasarkan pernyataan dari manajemen perusahaan, PHK tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi tekanan keuangan perusahaan.

Namun, akibat pengumuman PHK, serikat pekerja surat kabar melakukan aksi mogok kerja pada Jumat (19/1) waktu setempat sebagai bentuk protes mereka, dan meminta perusahaan menjelaskan berapa target penghematan biaya serta jumlah persis karyawan yang akan dirumahkan.


"Manajemen harus datang ke meja perundingan dengan itikad baik dan menyusun rencana bersama kami untuk menghitung berapa jumlah karyawan diberhentikan atau penghematan biaya yang mereka tuju," kata serikat pekerja seperti dikutip dari Reuters.

Los Angeles Times diketahui cukup tertutup mengenai informasi tersebut, sehingga para pekerja tidak memiliki informasi apapun tentang pemutusan kerja.

Menanggapi pemogokan itu, perusahaan  mengaku kecewa dengan aksi mogok para pegawai. Namun, manajemen Los Angeles Times tetap mengaku menghormati putusan mereka.

"Kami kecewa dengan keputusan serikat pekerja, namun menghormati hak mereka untuk mogok," kata Los Angeles Times.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya