Berita

Ilustrasi/ Net

Bisnis

SKK Migas Targetkan Investasi Eksplorasi Naik 200 Persen, jadi 1,8 Miliar Dolar AS

JUMAT, 19 JANUARI 2024 | 14:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi eksplorasi di tahun 2024 akan lebih masif lagi.

Untuk 2024, SKK Migas menargetkan investasi eksplorasi bisa mencapai 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 28,08 triliun, meningkat  200 persen dibandingkan realisasi investasi eksplorasi di 2023 yaitu sebesar 0,9 miliar dolar AS.

Target tersebut tertuang dalam work, program & budget (WP&B) untuk 2024 yang telah disepakati antara SKK Migas dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).


Deputi Eksplorasi Pengembangan Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menyampaikan bahwa sejak tahun 2023 telah dilakukan pergeseran target eksplorasi dengan prospek yang ditargetkan semakin besar yaitu klasifikasi penemuan eksplorasi di rentang 100  hingga 500 juta setara minyak (MMBOE).

"Kami bersyukur di tahun 2023 berhasil mendapatkan total penemuan sumber daya sebesar 1.711,77 MMBOE atau yang terbesar selama 23 tahun terakhir atau sejak penemuan di lapangan Abadi di tahun 2000," papar Benny dalam keterangannya yang dikutip Jumat (19/1).

Untuk 2024, prospek yang ditargetkan lebih besar lagi, yaitu di atas 500 MMBOE sehingga pemboran sumur eksplorasi pada tahun ini akan berada di area-area baru maupun laut dalam. Menurutnya, target investasi eksplorasi sebesar 1,8 miliar dolar AS tersebut di antaranya untuk pemboran 50 sumur eksplorasi atau meningkat sekitar 31 persen dari realisasi pemboran sumur eksplorasi di 2023 yang hanya 38 sumur.

Kinerja pemboran sumur eksplorasi terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

SKK Migas mencatat di 2020 jumlah pemboran sumur eksplorasi sebanyak 28 sumur, maka di 2023 meningkat mencapai 38 sumur yang adalah angka terbanyak sejak 2017. Sementara di 2024, SKK Migas dan KKKS lebih masif lagi dalam program pemboran sumur eksplorasi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya