Berita

M. Wahid Supriyadi (kiri) besama Ketua @M Institute for Literacy and Education Mohammad Anthoni (kanan)/Ist

Nusantara

Dorong Penguatan Literasi, Dubes Wahid Sumbang Buku ke Perpustakaan @M Institute

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 15:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Duta Besar RI untuk UAE 2008-2011 dan Federasi Rusia/Belarusia 2016-2020 M. Wahid Supriyadi mengunjungi sekretariat @M Institute for Literacy and Education dan menyerahkan sumbangan berupa buku-buku pada Selasa (16/1) lalu.

Ketua @M Institute for Literacy and Education Mohammad Anthoni yang disertai beberapa pengurus menyambut baik kunjungan Dubes Wahid dan dengan senang hati menerima sumbangan buku-buku tersebut.

Di antara buku-buku itu, terdapat buku berjudul Diplomasi Ringan dan Lucu Kisah Nyata yang ditulis Dubes Wahid pada saat Covid-19. Buku itu dicetak pertama kali tahun 2020 dengan pengantar editor Suradi MSi dan Kata Pengantar Prof. Tjipta Lesmana.


Dubes Wahid juga menyerahkan sebuah buku yang sama kepada Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Ismail Lutan, yang turut menghadiri acara tersebut bersama dengan Syaripudin Zuhri yang pernah menjadi guru di Sekolah Indonesia Moskow selama beberapa tahun, dan Yunan M. Alam, Wakil Sekum PJMI dan Angger S sebagai pelatih Karate di @M Institute.

Dubes Wahid tertarik untuk menyumbangkan buku-buku tersebut kepada lembaga itu yang bergerak di bidang literasi dan pendidikan.

"Saya mengenal Mas Anthoni sudah lama dan berlatar belakang sebagai wartawan LKBN Antara dan kini mengelola lembaga di bidang literasi dan pendidikan," kata Wahid dalam keterangan diperoleh Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/1)

Diharapkan para muridnya dapat menambah wawasan setelah membaca buku-buku itu dan buku-buku yang lain.

Pada bagian lain Dubes Wahid yang dilahirkan dan dibesarkan di sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, menceritakan bagaimana dia suka membaca buku yang saat itu terbatas.

"Saya suka baca dan menambah ilmu pengetahuan antara lain mendengarkan melalui siaran stasiun radio Australia, Amerika dan Belanda," ujarnya.

Dia mengatakan dirinya mendapatkan kiriman buku-buku dari stasiun radio tersebut setelah mengirim surat sebagai seorang pendengar dari Indonesia.

Setelah lulus SMA jurusan bahasa, dia mengikuti ujian untuk masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikan kuliahnya di universitas bergengsi di Yogyakarta.

Menurut dia, pendidikan itu penting dan sampai saat ini membantu beberapa saudara, anak sopir dan ART. "Hanya dengan pendidikan yang bisa mengangkat nasib mereka," ungkap Dubes Wahid.

Lebih jauh dia mengatakan, ketika di akhir tingkat I Fakultas Sastra UGM, dia ditawari mengajar Bahasa Inggris di satu lembaga bimbingan belajar. Sejak itu dia kuliah dengan biaya sendiri dan membantu 3 adiknya hingga lulus dari perguruan tinggi.

"Sebagai guru SD, tidak mungkin Bapak saya mampu membiayai anak-anaknya kuliah," demikian Dubes Wahid.

Sementara itu Mohammad Anthoni selaku ketua institut mengatakan dirinya tergerak untuk menyelenggarakan program bimbingan belajar Bahasa Inggris/Prancis dan Matematika untuk membantu para orang tua dan generasi muda memperoleh ilmu pengetahuan.

Selain itu Institute itu yang secara resmi didirikan 6 Desember 2023 memberikan pelatihan Creative Writing dan Karate.

"Sebenarnya program bimbel sudah diselenggarakan secara informal awal tahun 2000. Satu orang anak yang pernah ikut bimbel saat ini kerja di sebuah maskapai luar negeri dan beberapa lainnya sudah lulus S1 dan bekerja," kata Anthoni.

Sejumlah rekannya dan alumni Madrasah Tsanawiyah/Aliyah Al Falah Klender Jakarta Timur tertarik untuk mendukung usaha-usaha yang dilakukan oleh @M Institute for Literacy and Education.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya