Berita

Gatot Nurmantyo (Kiri) dan Hariman Siregar (kanan) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (15/1)/RMOL

Politik

Sindiran Gatot ke Jokowi: Dia Beri Satu Pemuda Bernama Gibran, Semua Guncang

SENIN, 15 JANUARI 2024 | 17:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perkataan Proklamator Ir Soekarno tentang pemuda bisa mengguncang dunia agaknya diejawantahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, bukan sepuluh pemuda sebagaimana Bung Karno, Jokowi justru memberikan satu pemuda yang namanya Gibran Rakabuming Raka, Indonesia terguncang karena ditengarai membajak Mahkamah Konstitusi (MK).  

“Bung Karno mengatakan beri aku sepuluh pemuda akan ku guncang dunia, Jokowi tuh hebat cukup dia satu aja goncang semuanya dengan Gibran,” ujar mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya di acara Peringatan 50 Tahun Peristiwa Malari bertajuk “The Last Battle for Democracy dan Lawan Politik Dinasti” yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (15/1).


Mendengar sindiran Gatot tersebut, sontak ratusan aktivis yang memadati Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pun tertawa terbahak-bahak.

Gatot lantas menyindir soal potensi kecurangan pemilu di Indonesia. Menurutnya, pemilu di Indonesia jauh lebih hebat ketimbang negara lain.

“Kita bicara pemilu di dunia tuh tahu kalau Somalia 20-30 hari hasil pemilu bisa tahu, Amerika lebih efekti 2-3 hari, Indonesia lebih efektif lagi sebulan sebelumnya sudah tahu,” ujar Gatot disambut riuh tawa hadirin.

Lebih jauh, Gatot merasa bangga diundang oleh aktivis senior Hariman Siregar di acara peringatan peristiwa bersejarah yakni 50 tahun tragedi Malari.

“Satu hal yang membanggakan saya ada di sini, karena negeri ini yang Bang Hariman bilang, bahaya enggak bahaya. Kalau enggak ada Reformasi enggak bahaya, kalau enggak ada Malari enggak bahaya,” pungkasnya.

Ratusan aktivis dan para tokoh hadir dalam peringatan peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) 1974 ini. Antara lain seperti Pentolan Aktivis Malari Hariman Siregar, Aktivis Pro Demokrasi Syahganda Nainggolan, Bursah Zarnubi, aktivis 1998 Ubedilah Badrun, dan ratusan aktivis lintas generasi yang lainnya.

Adapun, para tokoh yang hadir seperti, Pengamat Militer Connie Rahakundini, Ekonom INDEF Faisal Basri, Pendiri Lembaga Survei PolMark Eep Saipulloh Fatah.

Kemudian, tampak hadir pula mantan Politikus Nasdem Akbar Faizal, Ketua Umum Partai Masyumi Reborn Ahmad Yani, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat dan yang lainnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya