Berita

Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 1996/Net

Sepak Bola

Kenangan Manis Laga Perdana Timnas di Piala Asia, Mungkinkah jadi Dejavu?

SENIN, 15 JANUARI 2024 | 14:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tim Nasional Indonesia akan menghadapi laga perdananya kontra Irak dalam Grup D Piala Asia 2023 di di Ahmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, Senin malam (15/1).

Dalam catatan keikutsertaan Timnas Indonesia di ajang Piala Asia, laga perdana Indonesia selalu menorehkan hasil gemilang. Bahkan seluruh laga perdana itu, Tim Garuda selalu menghadapi negara-negara Timur Tengah.

Pertama kali Tim Garuda mengikuti ajang bergengsi di Asia ini pada 1996. Kala itu Indonesia menghadapi Kuwait di laga perdananya. Indonesia mampu menahan imbang Kuwait yang notabene pernah menjadi wakil Asia di Piala Dunia.


Sempat unggul 2 gol di babak pertama lewat tendangan salto indah Widodo C. Putro dan sepakan Ronny Wabia dari luar kotak penalti, tim asuhan Danurwindo harus rela berbagi skor dengan Kuwait di akhir pertandingan.

Gol Widodo C. Putro sempat menjadi gol terbaik dunia kala itu. Naas, Timnas dicukur habis di dua laga sisa oleh Korea Selatan dan Uni Emirat Arab selaku tuan rumah.

Di Piala Asia berikutnya tahun 2000 yang dihelat di Lebanon, Timnas kembali bertemu Kuwait di laga perdananya. Tampil dengan penuh percaya diri, tim besutan Nandar Iskandar itu mampu menahan imbang 0-0 Kuwait.

Sepanjang 90 menit pertandingan, timnas yang dinakhodai Aji Santoso itu mampu menahan gempuran pemain Kuwait yang secara postur lebih besar. Di bawah mistar,Kiper PSM Makassar, Hendro Kartiko berkali-kali menyelamatkan gawang Indonesia.

Alhasil, kiper asal Banyuwangi, Jawa Timur itu dijuluki sebagai Fabien Barthez Asia usal laga tersebut. Dengan gaya plontos dan perawakan yang tidak terlalu tinggi, Hendro mampu membuat striker lawan pusing tujuh keliling.

Sayangnya, di dua laga sisa, Timnas kembali menelan kekalahan usai ditekuk China dan Korea Selatan. Timnas gagal dalam meraih tiket untuk fase berikutnya.

Empat tahun berselang, Timnas kembali menjadi kontestan Piala Asia yang dihelat di China pada 2004. Di laga pertama, Timnas melawan Qatar yang saat itu dilatih  Philippe Troussier.

Menjadi tim underdog, tim asuhan Ivan Kolev itu mampu mencuri gol di babak pertama lewat sontekan Budi Sudarsono. Selanjutnya, di babak kedua, gol indah Ponaryo Astaman dari kotak penalti menggenapkan keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Meski sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1, Timnas Qatar menuai kekalahan.

Namun, lagi-lagi, Tim Garuda tak mampu lanjut ke fase berikut setelah kalah dua kali di laga sisanya. Kala itu Indonesia kalah telah dari tim tuan rumah China dengan skor telak 5-0 dan dari Bahrain 3-1.

Dalam perhelatan Piala Asia berikutnya pada 2007, Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah bersama 4 negara Asia Tenggara lainnya yakni Thailand, Malaysia dan Vietnam. Di depan pendukung sendiri, Timnas menjamu Bahrain di laga perdananya.

Tampil dengan penuh percaya diri, striker haus gol Indonesia, Budi Sudarsono mampu memperdaya kiper Bahrain di babak pertama yang mengubah kedudukan menjadi 1-0. Kendati sempat disamakan 1-1 oleh Bahrain, tim besutan Ivan Kolev itu kembali unggul lewat sepakan Bambang Pamungkas, memanfaatkan bola muntah tendangan keras Firman Utina.

Timnas unggul kontra Bahrain 2-1. Sayangnya di dua laga sisanya, lagi-lagi Timnsa menelan pil pahit. Disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu, Timnas dipermalukan oleh Arab Saudi 1-2 dan Korea Selatan 0-1.

Mimpi Timnas ke fase kedua Piala Asia kembali sirna. Harapan kini terbentang lagi pada Piala Asia 2024 yang dihelat di Qatar. Menjamu Irak nanti malam, tim asuhan Shin Tae-yong (STY) akan tampil habis-habisan menghadapi Irak dengan mengenang kenangan manis di laga awal Piala Asia.

Apakah laga nanti malam akan menjadi Dejavu laga perdana Piala Asia sebelumnya menghadapi Tim Timur Tengah? Kita nantikan, selamat berjuang Timnas Indonesia!             

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya