Berita

Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, menemui ribuan relawan di Gedung Graha Wangsa Bandar Lampung, Kamis (11/1)/RMOLLampung

Politik

Diberi Nilai 11 Saat Debat, Prabowo Minta 85 dari Lampung

KAMIS, 11 JANUARI 2024 | 18:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Debat capres ketiga yang digelar akhir pekan lalu tampaknya masih sangat membekas bagi calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Hal ini terlihat saat Prabowo kembali menyinggung nilai 11 yang diberikan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dalam debat kemarin di depan ribuan relawan dan pendukungnya di Gedung Graha Wangsa, Bandar Lampung, Kamis (11/1).

Dituturkan Prabowo, ada orang yang ingin menghasutnya dengan rakyat. Tetapi, menggunakan data yang keliru.

"Dibilang Prabowo Subianto punya tanah 340 ribu hektar, itu tanah negara Mas, Mas. Itu tanah negara, saya hanya dapat hak untuk mengelola di tanah itu, dan saya katakan setiap negara perlu, ambil semuanya," jelas Prabowo, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (11/1).


"Untuk lumbung pangan rakyat, kalau perlu semua lahan saya diambil. Sejak saya muda, saya teken kontrak siap mati untuk rakyat," tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu melanjutkan, dulu dirinya dan Jokowi merupakan rival. Dia bahkan kalah dua kali dari Jokowi. Tetapi, tidak pernah sekalipun keduanya saling menghujat dan menjelekkan.

"Karena kami sama-sama cinta tanah air dan berbakti kepada rakyat. Makanya saat dia menang tahun 2019, dia mengajak saya bergabung dan ingin membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," ucap dia.

Oleh karena itu, Prabowo meminta masyarakat tidak terhasut oleh nilai 11 dari 100 itu. Dia meminta masyarakat Lampung bersatu untuk menuju Indonesia Maju.

"Kalau ada yang nilai 11 dari 100, maka saya minta Lampung bisa dapat nilai 85 (perolehan suara), tidak perlu sampai 99. Terimakasih rakyat Lampung, bersama-sama kita menuju Indonesia hebat," pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya