Berita

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Ipsos: Pemilih Prabowo-Gibran Paling Solid

RABU, 10 JANUARI 2024 | 17:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hari pencoblosan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan minggu, masih menunjukkan adanya dinamika pilihan masyarakat terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal tersebut terekam dalam survei terbaru lembaga riset internasional Ipsos Public Affairs, yang dilakukan pada 27 Desember 2023-5 Januari 2024.

"Dinamika pemilih mengalami pergeseran dan berdampak pada peta kompetisi elektoral yang signifikan," ujar peneliti Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam dalam keterangannya, Rabu (10/1).


Sejauh ini, dipaparkan Arif, soliditas dukungan pasangan calon presiden paling tinggi ada di pasangan calon nomor urut 3 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, di mana hanya sebesar 13 persen basis pemilih  yang masih bisa berubah.

Sementara, lanjutnya, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar terdapat 15 persen pendukungnya yang masih bisa bergeser. Sedangkan pemilih paslon 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD terdapat sebanyak 20 persen yang masih bisa bergeser.

Punjuga secara elektabilitas, masih kata Arif, sejauh ini hanya pasangan Prabowo-Gibran yang menunjukkan peningkatan elektabilitas.

"Dibandingkan data survey akhir bulan November, Prabowo-Gibran kembali mengalami kenaikan dari 42,66 persen ke 48,05 persen," tuturnya.

Sementara Anies-Muhaimin cenderung stagnan dari 22,13 ke 21,80 persen. Serta Ganjar-Mahfud dari 22,95
turun 18,35 persen.

"Sementara yang belum menentukan pilihan menurun tipis dari 12,26 turun ke 11,80," demikian Arif.

Survei digelar secara tatap muka di 34 Provinsi di Indonesia, dengan melibatkan 2.000 responden.

Pola pengambilan data dengan multistage random sampling, metode wawancara tatap muka menggunakan aplikasi Ipsos Ifield Computer Assisted Personal Interviews (CAPI).

Survei menetapkan margin of error ±2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya