Berita

Pengamat politik dan pemerintahan Unjani, Arlan Siddha/RMOLJabar

Politik

Pengamat: Perseteruan PDIP-Jokowi Untungkan Gerindra

RABU, 10 JANUARI 2024 | 16:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Berdasar hasil sejumlah lembaga survei nasional, pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kokoh di puncak. Posisi itu diyakini tak akan berubah.

Menurut pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha, ada banyak hal yang harus digarisbawahi pada hasil survei dari berbagai lembaga. Khususnya dalam beberapa bulan ke belakang, di mana PDIP yang mengusung Paslon Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sudah terlihat tidak lagi bersama Jokowi.

"Hal itu sangat berpengaruh terhadap konstituen-konstituen di bawah adalah die hard-nya Jokowi," ucap Arlan saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (10/1).


Disebutkan Arlan, ketika Jokowi mendorong Gibran dan disambut baik Prabowo Subianto, berdampak positif terhadap elektabilitas dan popularitas yang sebagian besar jatuh ke pangkuan paslon nomor urut 2 tersebut.

"Saya melihat sebenarnya ada suara pindahan dari yang awalnya mereka Jokowers yang mendukung Jokowi di PDIP kemudian sekarang berpindah ke Gerindra," ungkapnya.

Kondisi tersebut, tidak kemudian dianggap sebagai faktor yang lebih dominan. Sebab, faktor-faktor lain pun yang menunjukkan ada kinerja dari mesin partai politik PDIP yang sampai saat ini belum terlihat pergerakannya. Berbeda dengan Gerindra yang memang dari awal sudah bergerak. Itu faktor lainnya, kata Arlan.

"Yang berikutnya saya melihat bahwa posisi Gerindra yang menggeser posisi PDIP dalam survei itu, ini terkait kinerja. Artinya, kinerja dari PDIP sendiri, orang-orang yang di legislatif atau dalam lingkaran pemerintahan, belum optimal," bebernya.

"Masyarakat banyak yang melihat PDIP tidak begitu bekerja, selintas melihat tidak ada yang diperjuangkan," imbuhnya.

Sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus capres, Prabowo dilihat masyarakat punya kesungguhan yang mendalam. Hal itu membuat masyarakat merasa yakin dan percaya Prabowo memiliki keseriusan untuk memimpin Indonesia ke depan.

"Dari hasil survei selisihnya tidak tinggi, sehingga ke depannya kita tidak tahu strategi apa yang akan dilakukan PDIP dan bisa saja posisi ini berbalik walau saya melihat memang hal-hal tersebut akan bertahan," tandasnya.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), Prabowo-Gibran menduduki posisi satu dengan perolehan 49,5 persen, Anies-Cak Imin 24,3 persen, Ganjar-Mahfud 20,5 persen.

Lalu Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Prabowo-Gibran di posisi teratas dengan 46,7 persen, Ganjar-Mahfud 26,6 persen, serta Anies-Cak Imin 16,2 persen.

Sementara Politica Research and  Consulting menempatkan Prabowo-Gibran dengan 42,4 persen, Anies-Cak Imin 28 persen, serta Ganjar-Mahfud 21,8 persen.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya