Berita

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo/Istimewa

Politik

Usai Debat Ketiga, Sekjen Pemuda Muhammadiyah Yakin Simpati pada Prabowo Naik

RABU, 10 JANUARI 2024 | 14:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setelah debat ketiga Capres, Minggu (7/1), Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo, memandang simpati dan kepercayaan terhadap calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, akan meningkat.

“Setelah debat ketiga Pilpres berlangsung, simpati dan kepercayaan terhadap Prabowo kian menguat seiring dengan merendahnya simpati terhadap lawan debat yang gemar menyerang,” ucap Najih kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/1).

Najih pun menyitir hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan bahwa mayoritas warga tidak menyukai sikap capres-cawapres yang saling serang dan menjatuhkan selama debat pilpres 2024.


Survei IPI ini digelar pada periode 25-27 Desember 2023. Hasilnya, sebanyak 57 persen responden tidak setuju ketika debat dilakukan dengan saling serang dan menjatuhkan. Sementara, 38,6 persen lain mengaku setuju dan 4,4 persen lainnya tidak menjawab/tidak tahu.

Seiring waktu pemungutan suara Pilpres 2024 yang tinggal menghitung hari, Najih berpandangan pesta lima tahunan ini seyogianya diletakkan sebagai medium transisi kepemimpinan nasional yang damai, teduh, dan penuh gagasan.

“Warga bangsa telah letih hidup dalam pembelahan dan ketegangan yang dimotori oleh segelintir elite demagog. Sebaliknya, rakyat menghendaki pemimpin yang meneduhkan dan mempersatukan,” ujarnya.

Untuk itu, ia menambahkan, detik-detik menuju pemungutan suara sudah sepatutnya diisi dengan kesanggupan untuk melakukan refleksi mendalam tentang kualitas pemimpin seperti apa yang hendak dipilih.

“Di tengah puspa ragam tantangan kebangsaan kita, pemimpin yang diharapkan adalah sosok panutan yang memiliki visi strategis dan penguasaan lapangan yang cukup. Bukan pribadi pemimpin yang menyulap kata-kata sekadar demi mendulang kuasa,” tutur Najih.

Lebih lanjut, papar Najih, dalam riwayat sejarah, debat sesungguhnya telah menjadi tradisi intelektual yang menemani jalannya bangsa ini. Debat para pendahulu lazimnya dipergunakan untuk mengidentifikasi karakteristik calon pemimpin, menguji kemampuan mereka untuk melakukan analisis serta demi merumuskan solusi pemecahan masalah-masalah strategis.

Debat yang diskursif dan produktif itu setidaknya dapat dilihat dari dialog saling sanggah antara Mohammad Hatta dengan Soepomo, Soekarno dengan Mohammad Natsir, serta Soekarno dengan Hatta. Mereka berlomba mempertahankan pendapat tanpa merendahkan martabat lawan debatnya.

"Buah perdebatan itulah yang kemudian melahirkan gagasan bersama tentang kemerdekaan serta demokrasi seperti yang kita nikmati saat sekarang ini,” tuturnya.

najih juga menyebut, kualitas debat para pendiri bangsa tersebut hilang dalam arena debat kemarin. Debat ketiga Pilpres 2024 seolah menyibak masalah patologi demokrasi yang selama ini telah menjadi rahasia umum.

“Patologi demokrasi tersebut menyangkut tumbuh besarnya para demagog. Ia adalah sosok elite politik yang gemar menggunakan retorika berlebihan, bahasa yang dramatis, emosional, dan provokatif untuk memanipulasi dan mendapatkan dukungan dari masyarakat,” demikian Najih.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya